Kalau Presiden Donald Trump benar-benar memerintahkan serangan ke Iran, Amerika Serikat punya senjata baru yang siap diterbangkan. Unit drone kamikaze pertama mereka sudah siap siaga. Drone ini dirancang untuk serangan satu arah yang mematikan, meski juga bisa dipakai buat misi pengintaian.
Laporan kesiapan ini pertama kali muncul di Bloomberg, Jumat lalu. Media terkemuka itu mengutip pernyataan juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, yang mengonfirmasi status operasional unit tersebut.
“Kami membentuk skuadron ini pada tahun lalu,” jelas Hawkins lewat email.
“Tujuannya, untuk melengkapi prajurit kami dengan kemampuan drone tempur terbaru secepat mungkin. Teknologi ini terus berkembang, dan kami harus sigap.”
Unit yang dijuluki Satuan Tugas Scorpion ini adalah produk SpektreWorks, sebuah perusahaan dari Arizona. Awalnya cuma proyek eksperimental militer, kini mereka resmi jadi bagian dari gudang senjata AS. Keberadaan mereka makin relevan melihat pengerahan militer besar-besaran AS di Timur Tengah belakangan ini sebuah langkah Trump untuk mendesak Iran kembali ke meja perundingan soal program nuklirnya.
Di sisi lain, di Jenewa, perundingan antara AS dan Iran justru menunjukkan secercah harapan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut ada kemajuan baik setelah pertemuan Kamis lalu. Menurutnya, putaran perundingan berikutnya bisa digelar “segera”.
Sementara diplomasi berjalan, militer tak berhenti bersiap. Buktinya, salah satu drone kamikaze ini sudah diuji coba di kawasan Teluk pertengahan Desember tahun lalu. Uji coba dilakukan dari dek kapal tempur pesisir USS Santa Barbara, yang memang jadi bagian dari armada AS di wilayah itu. Sebuah demonstrasi kemampuan yang jelas bukan tanpa maksud.
Artikel Terkait
Indonesia Rebut 127,3 Hektar Wilayah di Pulau Sebatik dari Malaysia
Polisi Intensifkan Tilang Elektronik, 60 Pengendara Ditindak di Titik Rawan Jakarta
Pemerintah Buka 3.000 Lowongan Manajer untuk Koperasi Desa Merah Putih
Polisi Gagalkan Peredaran 21,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Bengkalis