Kamis pagi itu seharusnya menjadi hari penting bagi F, seorang mahasiswi berusia 23 tahun. Di lantai dua Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum UIN Suska Pekanbaru, dia sedang menunggu giliran sidang skripsinya. Suasana tenang biasa di kampus itu tiba-tiba berubah jadi mencekam.
Sekitar pukul 08.30, tanpa peringatan apa pun, seorang pria mendekat. Dia adalah R, mahasiswa berusia 21 tahun. Menurut saksi, R langsung menghampiri F dan melancarkan serangan. Bukan sekadar pukulan, tapi bacokan yang membabi buta. Korban pun roboh, bersimbah darah di lokasi kejadian.
Kekacauan itu langsung memicu kepanikan. Tapi, respons dari pihak kampus dan aparat ternyata cepat sekali. Pelaku berhasil diamankan di tempat kejadian tak lama setelah insiden. Sementara F, dalam kondisi luka-luka, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengonfirmasi kejadian ini. Dia menjelaskan kronologi singkatnya.
"Pelaku langsung menghampiri kepada korban dan mengakibatkan korban luka-luka,"
kata Pandra, Kamis (26/2).
Di sisi lain, proses penangkapan pelaku diklaim berjalan lancar. Polda Riau menyebut semuanya berkat laporan yang masuk dengan cepat ke call center 110 Polri. Mereka bergerak sigap, sehingga R tak sempat melarikan diri dari lokasi kampus.
Kini, suasana di UIN Suska masih terasa berat. Sidang skripsi yang mestinya jadi momen akademis penuh harap, ternoda oleh insiden berdarah yang tak terduga ini. Banyak yang masih bertanya-tanya, apa motif di balik serangan mengerikan tersebut. Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu penyelidikan yang lebih mendalam dari pihak berwajib.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera