Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina

- Jumat, 27 Februari 2026 | 04:15 WIB
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina

Di tengah hiruk-pikuk diplomasi global terkait Palestina, langkah Indonesia untuk terlibat dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/Bop) mendapat apresiasi dari Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, secara khusus menyampaikan hal itu dalam audiensinya di kompleks Metro TV, Jakarta, Kamis lalu, 26 Februari 2026.

“Kami menghormati keputusan pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam isu Timur Tengah dan berkontribusi dalam upaya mencari solusi bagi negara Palestina,” ujar Beste.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa meski tak ikut serta dalam inisiatif bentukan AS tersebut, Jerman tetap punya komitmen kuat. Mereka hanya memilih jalur yang berbeda. Menurut Dubes Beste, perbedaan pendekatan ini sebenarnya hal yang wajar. Ia menyebutnya sebagai pilihan strategis masing-masing negara.

Indonesia, lewat BoP, mengambil peran langsung. Sementara Jerman lebih memfokuskan upayanya pada forum multilateral, dengan PBB sebagai poros utamanya. “Kami meyakini bahwa Dewan Keamanan PBB memiliki legitimasi internasional yang kuat dalam menangani konflik tersebut,” kata dia.

Tak main-main, komitmen Jerman di PBB bahkan akan diperkuat. Mereka berencana mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan untuk periode mendatang. Ini bagian dari upaya Berlin untuk lebih berkontribusi menyelesaikan konflik global, termasuk soal Palestina.

Dari Uni Eropa Hingga Bantuan Langsung

Di sisi lain, peran Jerman di Uni Eropa juga menjadi instrumen penting. Beste menegaskan blok tersebut punya komitmen terhadap solusi dua negara. Tujuannya jelas: membantu terwujudnya Palestina yang berdaulat.

Namun begitu, dukungan tidak cuma lewat kata-kata di forum internasional. Jerman juga turun tangan langsung. Bantuan kemanusiaan dan pembangunan ekonomi yang digelontorkan Berlin ke Palestina nilainya mencapai ratusan juta euro, terhitung selama bertahun-tahun. Mereka juga aktif dalam kerja sama pendidikan dan kebudayaan di sana.

Yang menarik, Jerman bahkan sudah menyiapkan diri untuk langkah selanjutnya. “Kami memiliki komitmen praktis dan berkelanjutan, termasuk kesiapan untuk mendukung rekonstruksi Gaza segera setelah tercapai penyelesaian politik,” sebut Dubes Beste.

Pada intinya, meski jalurnya berbeda, kedua negara ini sebenarnya sejalan. Baik Indonesia maupun Jerman sama-sama mendukung Solusi Dua Negara yang memungkinkan Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai.

“Kami memandang langkah Indonesia dan Jerman sebagai pendekatan yang saling melengkapi dalam mendorong perdamaian yang berkelanjutan,” tutup Beste. Sebuah sinergi, meski dengan cara masing-masing.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar