Kolaborasi menarik terjalin antara Kementerian Agama RI dan British Council. Tujuannya? Untuk mendongkrak kemampuan para guru Bahasa Inggris di madrasah. Mereka punya program bernama Continuing Professional Development, atau CPD.
Menurut sejumlah saksi, program ini berjalan cukup intensif. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 613 guru berhasil menyelesaikan pelatihannya. Mereka mengikuti skema hybrid, campuran daring dan luring, yang berlangsung selama delapan pekan penuh.
Fokusnya bukan cuma soal tata bahasa atau kosakata. Lebih dari itu, pelatihan ini menekankan penguatan metodologi mengajar. Di sisi lain, aspek budaya dalam pengajaran Bahasa Inggris juga mendapat porsi perhatian serius. Hal ini dianggap krusial agar pembelajaran tidak kaku dan lebih kontekstual.
“Pelatihan ini membuka perspektif baru. Mengajar bahasa itu ternyata juga tentang membawa siswa memahami budaya di balik kata-kata,” ujar salah seorang peserta, yang merasa metode pengajarannya kini lebih hidup.
Dengan rampungnya program ini, diharapkan ada gelombang perubahan di kelas-kelas madrasah. Kompetensi guru yang meningkat diharapkan bisa memicu semangat belajar siswa. Hasilnya, tentu saja, masih perlu dilihat ke depan. Namun begitu, langkah awal ini patut diapresiasi.
Artikel Terkait
Kaesang Buka Safari Ramadan PSI dengan Kunjungan ke Dua Ponpes di Pandeglang
Anak Buronan Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 2,9 Triliun
Pertamina Pastikan Stok dan Kualitas Avtur Aman Jelang Idulfitri
Herdman Pertimbangkan Pemain Indonesia Timur yang On-fire untuk FIFA Series 2026