Keberadaan tiang-tiang itu justru menciptakan harmoni yang unik. Mereka berpadu dengan detail arsitektur baru dan balutan cat yang bersih, menciptakan dialog antara masa lalu dan masa kini.
Dari segi desain, nuansa lokal sangat dominan. Arsitektur Masjid Jami Koba mengusung ciri khas adat Melayu dengan kuat. Coba lihat kubah utamanya. Bentuknya jelas terinspirasi dari tudung saji, sebuah elemen budaya yang sangat familiar di masyarakat setempat.
Di sisi lain, akses masuknya terdiri dari tiga pintu kaca utama. Yang menarik, setiap daun pintu dihiasi ukiran kaligrafi Arab yang indah. Sentuhan ini memberikan kesan artistik sekaligus religius, menyambut setiap jemaah yang datang.
Dengan segala lapisan sejarah dan nilai budayanya, Masjid Jami Koba bukan cuma bangunan tua. Ia adalah landmark hidup yang terus berdenyut, mengabdi pada umat sekaligus melestarikan cerita bagi generasi mendatang.
Artikel Terkait
Herdman Pertimbangkan Pemain Indonesia Timur yang On-fire untuk FIFA Series 2026
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina
Trump Serang Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai Sakit Jiwa Usai Protes di Kongres
Vonis 9-13 Tahun Penjara untuk Lima Terdakwa Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun