BGN Tegaskan Insentif Rp 6 Juta dalam Program Makan Bergizi Gratis Bukan Tambahan Anggaran

- Kamis, 26 Februari 2026 | 12:15 WIB
BGN Tegaskan Insentif Rp 6 Juta dalam Program Makan Bergizi Gratis Bukan Tambahan Anggaran

Isu soal insentif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dijawab tegas oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka menegaskan, dana insentif sebesar Rp 6 juta yang ramai dibicarakan itu bukanlah tambahan di luar pagu. Uang itu sudah termasuk dalam alokasi Rp 15 ribu per porsi menu yang selama ini jadi acuan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, langsung angkat bicara. Menurutnya, program ini sama sekali bukan skema cari untung cepat. MBG dirancang sebagai layanan publik yang mengutamakan mutu dan tata kelola yang jelas.

"Dengan asumsi kapasitas layanan maksimal 3.000 penerima manfaat per hari, insentif Rp 6 juta tersebut ekuivalen dengan Rp 2 ribu per porsi. Artinya, insentif merupakan bagian terintegrasi dalam struktur pembiayaan Rp 15 ribu per menu dan bukan tambahan di luar pagu anggaran,"

jelas Sony, seperti dikutip dari situs resmi BGN, Kamis (26/2/2026).

Lalu, bagaimana dengan narasi 'laba bersih Rp 1,8 miliar per tahun' yang beredar? Sony menyebut itu keliru besar. Angka sebesar itu, katanya, cuma perkiraan pendapatan kotor maksimal dalam setahun. Itu pun masih harus dihitung dengan asumsi operasional penuh selama 313 hari.

"Angka tersebut adalah estimasi pendapatan kotor maksimal (gross revenue) dari komponen insentif dalam satu tahun operasional penuh, yang dihitung dari Rp 6 juta dikalikan 313 hari operasional (365 hari dikurangi 52 hari Minggu), sehingga menghasilkan Rp1.878.000.000 per tahun,"

terangnya lebih lanjut.

Nah, untuk bisa dapat insentif itu, mitra penyelenggara harus kerja keras dulu. Mereka wajib bangun dan operasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai standar ketat BGN. Biaya awalnya? Tidak main-main, bisa mencapai Rp 2,5 miliar sampai Rp 6 miliar dari kocek pribadi mitra. Angka itu tergantung lokasi dan harga tanah.

Investasinya mencakup segalanya. Dari lahan seluas 500-800 meter persegi, pembangunan dapur industri, listrik tiga fase, sistem air bersih, pengolahan limbah, sampai peralatan masak industri dan sederet sertifikasi. Pokoknya, standarnya tinggi.

"Angka Rp1,8 miliar yang beredar merupakan pendapatan kotor maksimal sebelum dikurangi investasi, penyusutan aset, serta biaya operasional lainnya. Program MBG dirancang untuk menjamin kesiapsiagaan fasilitas dan mutu layanan, bukan untuk memberikan keuntungan berlebih kepada mitra,"

tegas Sony.

Dengan struktur seperti itu, titik impas bisnisnya baru bisa diraih dalam waktu 2 sampai 2,5 tahun. Di awal-awal, pendapatan yang masuk lebih dulu akan dipakai untuk nutup modal dan biaya penyusutan. Jadi, jauh dari kata untung bersih.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari strategi nasional yang ambisius. Sasaran akhirnya adalah menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat. Caranya dengan membangun puluhan ribu SPPG di seluruh provinsi. Seluruh prosesnya dijalankan secara digital dan diawasi ketat, demi memastikan akuntabilitas dana negara benar-benar terjaga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar