Lain Cerita dengan Muhammadiyah
Di sisi lain, Muhammadiyah punya penentuan sendiri. Organisasi Islam ini lewat maklumat resminya menyatakan 1 Ramadan 1447 H jatuh lebih awal, yaitu Rabu, 18 Februari 2026. Otomatis, sepuluh hari terakhirnya pun bergeser.
Menurut hitungan mereka, periode itu dimulai lebih cepat, tepatnya pada 10 Maret 2026. Ini detailnya:
- Senin, 9 Maret 2026: Hari ke-20 Ramadan 1447 H
- Selasa, 10 Maret 2026: Hari ke-21 Ramadan 1447 H
- Rabu, 11 Maret 2026: Hari ke-22 Ramadan 1447 H
- Kamis, 12 Maret 2026: Hari ke-23 Ramadan 1447 H
- Jumat, 13 Maret 2026: Hari ke-24 Ramadan 1447 H
- Sabtu, 14 Maret 2026: Hari ke-25 Ramadan 1447 H
- Minggu, 15 Maret 2026: Hari ke-26 Ramadan 1447 H
- Senin, 16 Maret 2026: Hari ke-27 Ramadan 1447 H
- Selasa, 17 Maret 2026: Hari ke-28 Ramadan 1447 H
- Rabu, 18 Maret 2026: Hari ke-29 Ramadan 1447 H
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari ke-30 Ramadan 1447 H
Nah, bagi warga Muhammadiyah, inilah kalender yang digunakan untuk memandu ibadah.
Perbedaan tanggal ini sebenarnya hal biasa. Yang jelas, apapun patokannya, esensinya sama: memanfaatkan momen sepuluh hari terakhir dengan sebaik-baiknya. Ibadah seperti iktikaf dan doa-doa panjang biasanya digencarkan. Tujuannya satu: berharap bisa menangkap kemuliaan Lailatulqadar. Dengan mengetahui jadwalnya lebih dulu, kita jadi bisa mempersiapkan diri baik hati maupun agenda dengan lebih matang.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ujian Berat dari Bali United di GBLA, Perjuangkan Puncak Klasemen
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital
Satu Hilang Diterjang Arus Usai Kecelakaan di Jembatan Sungai Pelus Banyumas
Iran Sebut Kegagalan Perundingan dengan AS di Islamabad Wajar karena Tingginya Ketidakpercayaan