Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, tapi Ingatkan Garis Merah Tak Boleh Dilanggar

- Selasa, 24 Februari 2026 | 20:05 WIB
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, tapi Ingatkan Garis Merah Tak Boleh Dilanggar

Kampus-kampus di Iran kembali ramai oleh suara protes. Mahasiswa menggelar demonstrasi di berbagai universitas, melanjutkan gelombang keresahan yang sempat mereda. Pemerintah, melalui juru bicaranya Fatemeh Mohajerani, mengakui hak mereka untuk berunjuk rasa. Tapi ada pesan tegas yang disampaikan: ada batasan yang tak boleh dilewati.

"Hal-hal sakral dan bendera merupakan dua contoh garis merah yang tidak boleh dilanggar," tegas Mohajerani, seperti dilansir AFP, Selasa (24/2/2026).

“Yang harus kita lindungi dan tidak boleh kita langgar atau menyimpang darinya, bahkan di tengah kemarahan.”

Namun begitu, nada pernyataan itu juga mencoba memahami. Mohajerani mengakui mahasiswa punya luka di hati. Mereka telah melihat pemandangan yang tentu saja mengusik dan memicu amarah. “Kemarahan ini dapat dimengerti,” ujarnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar