Semester baru yang dimulai Sabtu lalu (21/2) langsung diwarnai aksi. Di berbagai kampus, terjadi unjuk rasa baik yang menentang pemerintah maupun yang mendukung. Ini jadi aksi besar pertama setelah insiden berdarah beberapa bulan silam, di mana penindasan brutal dikabarkan menewaskan ribuan orang.
Gelombang demo Desember tahun lalu memang berawal dari keluhan ekonomi. Tapi situasinya cepat sekali berubah. Dalam hitungan hari, aksi itu meluas jadi gerakan antipemerintah yang cukup serius salah satu ujian terberat bagi kepemimpinan ulama di Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Jadi, suasana di kampus-kampus Iran sekarang ini tegang tapi hidup. Ada amarah, ada tuntutan, dan di sisi lain ada peringatan soal ‘garis merah’ yang digariskan pemerintah. Bagaimana kelanjutannya? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa
Dua Belas Tokoh Elite Daftar sebagai Amicus Curiae Dukung Enam Terdakwa Korupsi Minyak
Menteri Luar Negeri Lebanon Khawatir Infrastruktur Vital Jadi Sasaran Jika Ketegangan Israel-Iran Meledak