Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,5 Triliun untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

- Selasa, 24 Februari 2026 | 10:00 WIB
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,5 Triliun untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

Bantuan sosial untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus mengalir. Kementerian Sosial, dipimpin Menteri Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melaporkan penyaluran bantuan sudah mencapai angka yang fantastis: lebih dari Rp 2,5 triliun. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan realisasi di lapangan yang bertahap diberikan kepada warga yang paling membutuhkan.

Gus Ipul menyampaikan rincian ini dalam Rapat Satgas Pemulihan Bencana di Kantor Kemendagri, Senin lalu. Menurutnya, bantuan yang disalurkan terbagi dalam tiga klaster utama: reguler, kedaruratan, dan adaptif.

"Ini adalah bantuan yang sudah disalurkan. Pertama bantuan reguler disalurkan kepada 1,7 juta lebih KPM (Keluarga Penerima Manfaat), total anggaran Rp 1,8 T," jelas Gus Ipul melalui keterangan tertulis di hari berikutnya, Selasa (24/2/2026).

"Ini untuk tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kemudian ada bansos kedaruratan untuk masa kedaruratan, dan berikutnya bansos adaptif," sambungnya.

Nah, untuk bantuan reguler sendiri, nilainya tembus Rp 1,83 triliun lebih. Dana itu menjangkau 1,76 juta keluarga penerima manfaat lewat program PKH dan bantuan sembako non-tunai. Sementara itu, untuk menopang masa krisis, Kemensos juga mengucurkan dana kedaruratan hampir Rp 100 miliar. Uang itu dipakai buat stok logistik, dapur umum, dan belanja kebutuhan pokok mendesak lainnya.

Tapi pemerintah tampaknya tak cuma berpikir untuk bertahan hidup. Ada upaya serius agar warga bisa bangkit kembali. Di sinilah peran bansos adaptif, dengan nilai penyaluran yang sudah menembus Rp 632 miliar lebih.

"Bansos adaptif yang sekarang sedang proses salur semuanya Rp 637 M lebih," ujar Gus Ipul.

Apa saja bentuknya? Cukup beragam. Ada santunan untuk ahli waris korban meninggal, masing-masing Rp 15 juta, yang telah diberikan kepada 990 keluarga. Lalu, ada bantuan jaminan hidup Rp 450.000 per orang per bulan, diberikan selama tiga bulan kepada 175 ribu lebih warga terdampak. Ini untuk menjaga pemenuhan gizi dan kehidupan sehari-hari.

Tak berhenti di situ. Bantuan stimulan sosial ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga juga digelontorkan. Tujuannya jelas: menggerakkan kembali roda perekonomian rumah tangga yang terpuruk. Sejauh ini, 47.688 KK sudah menerimanya. Ada juga santunan isian rumah sebesar Rp 3 juta per KK untuk membeli perlengkapan dan perabotan, baik di hunian sementara maupun nanti di hunian tetap.

Prosesnya sendiri masih berjalan. Gus Ipul mengungkapkan, dari 53 kabupaten/kota yang terdampak, sudah 37 di antaranya tervalidasi oleh Kemendagri dan siap untuk menerima penyaluran tahap berikutnya.

"Progres per hari ini dapat kami laporkan, sudah ada 37 dari 53 kabupaten/kota yang telah tervalidasi oleh Kemendagri dan siap disalurkan. Itu semua sudah diverifikasi dan divalidasi," ujarnya.

Rapat satgas yang digelar di Kemendagri itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat kunci. Mulai dari Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Pratikno, hingga Kepala BNPB Suharyanto. Hadir juga perwakilan dari kementerian/lembaga lain, serta Wakil Gubernur Aceh, menandakan koordinasi pemulihan bencana ini dilakukan secara menyeluruh.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar