Ia punya alasan. Paloh menilai, dalam sistem multipartai, memiliki partai yang lebih tersaring akan jauh lebih efektif. Efektif untuk stabilitas pemerintahan, juga untuk memastikan manfaat dari kebebasan demokrasi benar-benar bisa dirasakan.
Paloh kemudian menyentil soal jumlah partai politik yang terlalu banyak. Baginya, demokrasi harus membawa manfaat, bukan sekadar euforia jumlah.
"Jadi agak bisa jadi perenungan bagi kita. Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri," ujarnya.
Lalu ia bertanya, "Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki."
Menurut Paloh, partai politik punya peran krusial: membangun kesadaran masyarakat. Ada kebebasan, tapi ada tanggung jawab yang harus ditanggung. Kemampuan, efektivitas, hingga moralitas partai-partai itu, haruslah bergerak mendekati tujuan bersama bangsa.
Artikel Terkait
PAN Dorong Jusuf Kalla Sampaikan Kritik Langsung ke Prabowo
Dubes Pakistan: Kepemimpinan Indonesia Bawa Masa Depan Cerah bagi Kelompok D-8
Sekjen D-8: Pakistan, Turki, dan Mesir Jadi Penengah Krusial Antara Iran dan AS
Pemerintah Serahkan Rp31,3 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan