Gohu Ikan, Kuliner Tradisional Malut yang Telah Jadi Warisan Budaya, Laris Manis Saat Ramadan

- Minggu, 22 Februari 2026 | 19:15 WIB
Gohu Ikan, Kuliner Tradisional Malut yang Telah Jadi Warisan Budaya, Laris Manis Saat Ramadan

MURIANETWORK.COM - Gohu ikan, kuliner tradisional khas Maluku Utara berbahan dasar ikan mentah segar, kembali menjadi primadona di bulan Ramadan. Hidangan yang biasa disantap dengan sagu dan ubi rebus ini ramai dicari masyarakat untuk menu berbuka puasa, menunjukkan ketahanan warisan kuliner yang telah berusia ratusan tahun dan kini telah mendapatkan perlindungan negara sebagai kekayaan intelektual komunal.

Permintaan Tinggi di Pasar Gamalama

Suasana Pasar Gamalama di Ternate pada bulan puasa selalu diwarnai dengan antusiasme pembeli terhadap gohu ikan. Mahla Muhammad, salah seorang pedagang di pasar tersebut, mengakui stoknya selalu habis terjual setiap hari, meski harga per mangkuk mencapai Rp25 ribu. Daya tarik kuliner ini, terutama saat waktu berbuka, tampak tidak tergoyahkan.

"Masyarakat paling suka sama gohu ikan apalagi di bulan puasa Ramadhan, walau harganya semangkuk Rp25 ribu, tapi selalu habis terjual," ujar Mahla.

Perlindungan sebagai Warisan Budaya

Popularitas gohu ikan bukan sekadar tren musiman. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, kuliner ini telah tercatat secara resmi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal dalam kategori pengetahuan tradisional dari Maluku Utara. Status ini memberikan payung hukum untuk melindunginya dari klaim pihak lain.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Malut, Budi Argap Situngkir, menekankan bahwa pengetahuan tradisional seperti cara pembuatan gohu ikan merupakan warisan yang harus dijaga kelestariannya oleh seluruh komunitas.

"Pengetahuan tradisional seperti cara pembuatan dan menu gohu ikan ini, jangan sampai dia hilang atau diklaim pihak lain. Untuk itu, pentingnya kepedulian seluruh pihak baik pemerintah, kampus, masyarakat untuk bersama-sama bersinergi melindungi pengetahuan tradisional yang telah hidup lama di komunitas masyarakat," jelasnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar