Jakarta, akhir Februari nanti, proses pencarian atlet esports terbaik Indonesia untuk Asian Games 2026 resmi dimulai. Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) lewat Badan Tim Nasionalnya baru saja membuka Seleksi Nasional atau Seleknas. Targetnya jelas: menjaring bibit-bibit unggul yang bakal masuk Pemusatan Latihan Nasional, persiapan serius menuju Aichi-Nagoya 2026.
Seleksi komprehensif ini direncanakan berjalan hampir sebulan, dari 20 Februari sampai 15 Maret 2026. Skemanya dibuat sedemikian rupa buat menjaring talenta terbaik dari seluruh penjuru. Harapannya, dapat ditemukan komposisi tim dan atlet yang punya potensi nyata untuk menyumbang medali.
Nah, buat mencapai tujuan itu, PB ESI punya tiga jalur seleksi. Ada penunjukan langsung, seleksi terbatas, dan yang terakhir seleksi terbuka. Penunjukan langsung biasanya untuk atlet atau tim yang rekam jejaknya sudah tak diragukan lagi prestasi mentereng dan performa yang konsisten di tingkat internasional.
Evaluasinya tentu berat, fokus pada kualitas permainan, track record, plus mental bertanding di panggung besar. Sementara itu, seleksi terbatas dikhususkan buat tim dan atlet yang sudah masuk dalam radar pemantauan teknis Badan Timnas.
Kelompok ini akan menjalani evaluasi khusus. Pertimbangannya dari data kompetisi, analisis permainan, sampai kesiapan mental dan taktik. Prosesnya bisa dilakukan online maupun offline, tergantung kebutuhan.
Di sisi lain, seleksi terbuka justru punya semangat berbeda. Ini adalah pintu lebar-lebar bagi siapa saja, dari mana saja, untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tujuannya sederhana: memastikan pemerataan peluang dan tidak ada talenta tercecer.
Brigadir Jenderal Polisi Wishnu Buddhaya, S.H., S.I.K., M.H., selaku Ketua BTN Esports, memberi penjelasan. Menurutnya, pembagian mekanisme ini disesuaikan dengan karakteristik masing-masing nomor pertandingan yang dipertandingkan di Asian Games nanti.
“Pembagian mekanisme seleksi ini disesuaikan dengan karakteristik masing-masing nomor pertandingan yang dipersiapkan menuju Asian Games 2026,” jelas Wishnu.
Lalu, bagaimana rincian gamenya? Untuk Gran Turismo 7, Pokémon Unite, dan Mobile Legends: Bang Bang, PB ESI pakai skema Penunjukan Langsung. Berbeda lagi dengan eFootball (PC & Mobile) serta Martial Arts (Street Fighter 6, Tekken 8 & King Of Fighters XV) yang lewat Seleksi Terbatas Online.
Sedangkan PUBG Mobile dan Honor of Kings menjalani Seleksi Terbatas Offline. Terakhir, dua game yaitu Identity V dan Naraka: Bladepoint akan membuka Seleksi Terbuka untuk umum.
Atlet dan tim yang berhasil lolos dan memenuhi standar ketat lewat Seleknas ini, langkah selanjutnya adalah Pelatnas. Di sana, pembinaan dan penyusunan strategi akan dilakukan dengan lebih terukur dan terstruktur. Semua itu bagian dari persiapan jangka menengah menghadapi ajang paling bergengsi se-Asia itu.
Perjalanan masih panjang. Tapi setidaknya, start-nya sudah diberikan.
Artikel Terkait
DPR Tegaskan Produk Makanan dan Minuman AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal
Anggota DPRD DKI Soroti Izin dan Kebisingan Lapangan Padel di Cilandak
Salat Tarawih di Times Square Tandai Ramadan Pertama Era Wali Kota Muslim New York
Anggota DPR Kritik Pernyataan Cukup Aku WNI Penerima Beasiswa LPDP