Buronan Interpol Kasus TPPO dan Penipuan Online Ditangkap di Bandara Bali

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:20 WIB
Buronan Interpol Kasus TPPO dan Penipuan Online Ditangkap di Bandara Bali

MURIANETWORK.COM - Seorang warga negara Indonesia yang menjadi buronan Interpol, Rifaldo Aquino Pontoh, akhirnya ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (21/2/2026). Penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi aparat terkait kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) internasional dan penipuan online yang beroperasi dari Kamboja.

Operasi Penangkapan di Bandara Bali

Operasi yang berjalan mulus ini melibatkan tim gabungan dari beberapa satuan. Personel Sekretariat NCB Interpol Indonesia, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan Kantor Imigrasi setempat bergerak cepat berdasarkan informasi intelijen yang akurat. Mereka berhasil mengamankan Rifaldo tepat setelah ia tiba di Bali.

Kombes Polisi Ricky Purnama dari Bagian Jatinter Set NCB Interpol Divisi Hubinter Polri mengonfirmasi penangkapan tersebut.

"Subjek Interpol Red Notice WNI atas nama Rifaldo Aquiono Pontoh, kami tangkap pada Sabtu (21/2) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali," ujarnya.

Modus Operandi yang Menjerat Korban

Rifaldo diduga kuat merupakan bagian dari jaringan kejahatan transnasional yang beroperasi dengan modus yang terorganisir. Menurut Ricky, jaringan ini aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan iklan lowongan kerja dengan iming-iming gaji tinggi dan kehidupan yang layak di luar negeri.

Namun, janji manis itu berubah menjadi mimpi buruk bagi para korban. Mereka justru mengalami berbagai bentuk eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi setelah tiba di lokasi.

"Namun faktanya korban mengalami kekerasan berat, termasuk penyitaan paspor, upah yang tidak dibayarkan, serta kondisi pemaksaan yang mengharuskan korban membayar biaya sangat tinggi untuk mengundurkan diri atau kembali ke Indonesia," jelas Ricky.

Perburuan Berkat Kerja Sama Internasional

Kesuksesan penangkapan ini tidak lepas dari koordinasi dan pertukaran informasi yang solid antar-lembaga penegak hukum lintas negara. Jejak Rifaldo mulai terendus ketika NCB Interpol Indonesia mendapatkan informasi krusial dari rekan mereka di Manila, Filipina, pada Jumat (20/2).

Informasi itu menyebutkan bahwa buronan tersebut terpantau sedang dalam perjalanan dari Kamboja menuju Filipina. Dari sana, pergerakannya dilacak hingga diketahui akan melanjutkan penerbangan ke Bali. Alur informasi yang lancar inilah yang memungkinkan tim di lapangan bergerak dengan presisi dan mengantisipasi kedatangannya.

Untuk mengungkap jaringan dan peran tersangka secara lebih mendalam, pemeriksaan intensif masih terus dilakukan.

"Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan intensif," pungkas Kombes Ricky Purnama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar