Jakarta - Persiapan SEA Games 2027 di Malaysia sudah mulai digarap serius. Menpora Erick Thohir mengungkapkan, Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk satuan tugas khusus untuk menyongsong pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu. Kesepakatan ini lahir usai pertemuannya dengan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Mohamad Hasrin Tengku Hussin, di Jakarta pada Jumat.
"Nanti akan kami coba koordinasi rutin sebulan sekali lewat task force itu," ujar Erick kepada para wartawan.
Menurutnya, langkah ini penting mengingat kompleksnya persiapan. Sebagai tuan rumah, Malaysia tentu punya ambisi besar menjadi juara umum. Di sisi lain, Indonesia juga pasti tak mau kalah. Persaingan ketat sudah bisa diprediksi sejak dini.
Faktor lain yang jadi pertimbangan adalah lokasi penyelenggaraan yang tersebar di empat wilayah berbeda di Malaysia. Hal ini, kata Erick, akan menjadi tantangan logistik yang tidak sederhana. Mulai dari akomodasi, transportasi atlet, hingga pergerakan suporter perlu diatur matang.
Nah, soal suporter ini justru dilihat sebagai kekuatan. Dukungan mereka bisa memberikan tekanan positif bagi atlet Indonesia saat bertanding di tanah jiran.
"Dukungan suporter itu akan jadi tekanan yang baik. Harus kita maksimalkan," tegasnya.
Erick juga menyebut bahwa masukan dari Dubes Malaysia sangat berharga, terutama untuk memahami kondisi riil di lapangan seperti ketersediaan hotel dan koneksi penerbangan antarkota. Dengan satuan tugas ini, diharapkan Indonesia bisa mempersiapkan diri secara optimal.
Targetnya jelas: meraih prestasi mumpuni sesuai harapan. Kerja sama awal ini menjadi sinyal bahwa kedua negara ingin persiapan berjalan lancar, meski di arena nanti mereka akan bersaing keras.
Artikel Terkait
Iran Siap Serahkan Rancangan Awal Kesepakatan Nuklir ke AS dalam 2-3 Hari
OJK Jatuhkan Denda Rp 11,05 Miliar, Termasuk untuk Influencer, atas Manipulasi Pasar Modal
Banten Catatkan Pertumbuhan Ekonomi 5,37% dan IPM 77,25 di Tahun Pertama Andra-Dimyati
Rano Karno Klaim 97% Program Kerja Tahun Pertama Pramono Anung Tuntas, Fokus 2026 pada Banjir, Macet, dan Kemiskinan