MURIANETWORK.COM - Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia dinilai mendesak untuk segera diwujudkan. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan, langkah konkret untuk menutup kesenjangan mutu antara sekolah negeri dan swasta harus menjadi prioritas. Hal ini, menurutnya, dapat ditempuh melalui peningkatan kompetensi guru dan perbaikan sistem pengelolaan sekolah secara menyeluruh.
Kesenjangan yang Masih Terjadi
Meski secara kuantitas jumlah SMA swasta mencapai lebih dari 51% dari total sekolah menengah atas di Indonesia, mayoritas siswa justru terkonsentrasi di sekolah negeri. Data terbaru menunjukkan, hampir tiga perempat siswa SMA memilih bersekolah di lembaga pendidikan negeri. Fenomena ini mengindikasikan adanya ketimpangan persepsi dan kualitas yang perlu dicermati secara serius.
Lestari Moerdijat mengakui bahwa disparitas tersebut masih menjadi tantangan besar. "Disparitas mutu pendidikan antara sekolah negeri dan swasta di Indonesia masih cukup lebar. Berbagai upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan yang lebih merata harus konsisten dilakukan," ujarnya dalam sebuah keterangan pers.
Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Masyarakat
Berbagai pertimbangan mendasari pola pilihan masyarakat tersebut. Mulai dari kemampuan ekonomi, perbedaan kualitas fasilitas dan pengajaran, hingga aksesibilitas dan nilai-nilai yang ditawarkan masing-masing institusi, turut memengaruhi keputusan orang tua.
Lestari menjelaskan, "Sejumlah kendala seperti faktor ekonomi, perbedaan kualitas, akses, atau nilai-nilai pendidikan yang ditawarkan sekolah swasta masih menjadi pertimbangan orang tua."
Solusi Berfokus pada Guru dan Tata Kelola
Menanggapi kondisi ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang menyentuh akar persoalan. Lestari Moerdijat menilai, peningkatan kualitas dan kompetensi guru secara berkelanjutan merupakan kunci utama. Guru yang berkualitas dan mendapat pembaruan ilmu secara rutin akan berdampak langsung pada mutu pembelajaran di semua jenis sekolah.
Selain itu, aspek tata kelola juga tak kalah penting. "Selain itu, perbaikan manajemen dalam pengelolaan sekolah juga harus diwujudkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses pendidikan yang berkualitas," tambahnya.
Upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyelenggara sekolah, hingga masyarakat, dinilai sangat menentukan. Hanya dengan sinergi yang kuat, cita-cita untuk memiliki sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan dapat terwujud secara merata di seluruh penjuru tanah air.
Artikel Terkait
ABK Indonesia Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar Dekat Singapura
APBN 2026 Cairkan Rp200 Miliar untuk Bibit Perkebunan Petani Sultra
Imigrasi Jaksel Amankan 13 WNA yang Bekerja Ilegal di Balik Acara Celebrity Portrait
Impor 35.000 Kendaraan India untuk Proyek Desa Dipertanyakan, Industri Dalam Negeri Siap Penuhi Pesanan