KPK Dalami Peran Rumah Aman Ciputat dalam Kasus Suap Bea Cukai, Uang Miliaran Rupiah Diamankan

- Kamis, 19 Februari 2026 | 20:45 WIB
KPK Dalami Peran Rumah Aman Ciputat dalam Kasus Suap Bea Cukai, Uang Miliaran Rupiah Diamankan

MURIANETWORK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami peran sebuah rumah aman atau safe house di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, yang diduga kuat menjadi sarana operasional dalam kasus dugaan suap yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Penggeledahan di lokasi tersebut pada pekan lalu berhasil mengamankan uang tunai senilai miliaran rupiah dalam berbagai mata uang, yang kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.

Modus Penyimpanan Uang di Rumah Aman

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa rumah aman tersebut diduga digunakan sebagai tempat untuk mengamankan uang. Menurutnya, modus semacam ini bukanlah hal baru dan kerap ditemui dalam kasus-kasus serupa di lingkungan Bea dan Cukai.

"Yang diduga juga safe house ini tentunya untuk kegiatan operasional dari para terdakwa dimaksud. Sehingga nanti kita akan dalami termasuk juga temuan dalam penggeledahan terakhir pada Jumat pekan lalu, itu juga tim mengamankan sejumlah uang tunai di safe house," tutur Budi kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).

Ia menegaskan bahwa pola penggunaan rumah aman untuk menempatkan uang tampak masif dalam perkara ini. Temuan ini mengarah pada praktik yang lebih terstruktur.

"Artinya memang modus-modus penggunaan safe house untuk penempatan uang ini masif terjadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai," jelasnya.

Temuan Uang Miliaran Rupiah dalam Koper

Sebelumnya, penyidik telah menyita uang senilai lebih dari Rp 5 miliar dari lokasi yang sama. Uang tunai dengan nominal besar itu ditemukan tersimpan di dalam beberapa koper, menunjukkan skala transaksi yang signifikan.

"Uang dalam koper yang diamankan pada saat penyidik melakukan giat geledah adalah di safe house. Penyidik tentunya akan mendalami temuan lima koper berisi uang tersebut," kata Budi Prasetyo dalam kesempatan terpisah, Rabu (18/2).

Rincian barang bukti yang berhasil diamankan cukup beragam, mencakup beberapa mata uang asing. Hal ini mengindikasikan kemungkinan keterkaitan transaksi dengan praktik impor barang.

"Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan barang bukti 5 koper berisi uang tunai senilai Rp 5 miliar lebih. Uang tunai dalam bentuk rupiah, USD, SGD, Hong Kong dolar, hingga ringgit," ungkap Budi pada Jumat (13/2).

Penyelidikan Berlanjut ke Aliran Dana dan Pihak Terkait

Hingga saat ini, KPK masih mendalami secara komprehensif fungsi rumah aman tersebut serta asal-usul uang yang disimpan. Penyidik belum membeberkan identitas pemilik properti itu, sambil mengembangkan penyelidikan ke arah yang lebih luas.

Fokus investigasi tidak hanya pada uang fisik, tetapi juga pada jaringan dan aliran dana yang mencurigakan. KPK berupaya mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat dalam skema tersebut.

"Di mana para pihak juga menggunakannya untuk menempatkan uang-uang yang diduga terkait dengan perkara ini. Penyidik akan mendalami dugaan aliran uang yang berasal atau terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai ini. Termasuk juga apakah ada pihak-pihak lain yang turut serta berperan dalam modus pengkondisian jalur masuk barang ini," ucap Budi Prasetyo menambahkan.

Langkah mendalam ini menunjukkan komitmen lembaga antirasuah untuk membongkar tidak hanya pelaku utama, tetapi juga seluruh rangkaian sistem yang memungkinkan korupsi itu terjadi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar