Ahli Desain: Tata Ulang Interior Lebih Efektif dan Hemat Daripada Bongkar Dinding

- Kamis, 19 Februari 2026 | 19:30 WIB
Ahli Desain: Tata Ulang Interior Lebih Efektif dan Hemat Daripada Bongkar Dinding

MURIANETWORK.COM - Banyak pemilik rumah yang langsung berpikir untuk merombak struktur bangunan saat hunian terasa sempit atau membosankan. Padahal, solusi yang lebih cerdas dan hemat seringkali terletak pada penataan ulang desain interior, bukan pada pembongkaran dinding. Sebelum memutuskan renovasi besar yang memakan biaya dan waktu, mengevaluasi tata letak, pencahayaan, dan pemilihan furnitur dapat mengubah persepsi ruang secara signifikan.

Mengapa Mengubah Tata Letak Lebih Rasional?

Dalam situasi pasar properti saat ini, di mana biaya material dan tenaga kerja terus meningkat, efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama. Renovasi struktural bukan hanya mahal, tetapi juga berisiko mengganggu fondasi atau instalasi bangunan yang sudah ada. Sebaliknya, pendekatan melalui desain interior menawarkan transformasi visual dan fungsional dengan gangguan minimal. Fokusnya adalah memaksimalkan potensi ruang yang ada, menciptakan ilusi kelapangan, dan meningkatkan kenyamanan tanpa sentuhan fisik yang berat.

Dengan mempertahankan struktur asli, pemilik rumah juga menghindari kompleksitas perizinan dan potalah masalah teknis yang tak terduga. Ini adalah langkah strategis yang berorientasi pada hasil optimal dengan sumber daya yang lebih terkendali.

Prinsip Dasar untuk Menciptakan Ilusi Ruang yang Lebih Luas

Beberapa elemen fundamental dalam desain interior, ketika diterapkan dengan tepat, dapat secara dramatis mengubah suasana dan persepsi terhadap sebuah ruangan. Prinsip-prinsip ini bekerja sinergis untuk menciptakan kesan lapang.

Pencahayaan yang Optimal menjadi kunci utama. Ruangan yang terang secara alami akan terasa lebih lega. Memaksimalkan sinar matahari dan melengkapinya dengan pencahayaan buatan berlapis di sudut-sudut strategis dapat menghilangkan kesan suram dan sumpek.

Palet Warna yang Cerah dan Kohesif juga berperan besar. Warna-warna terang seperti putih, krem, atau pastel pada dinding dan plafon memantulkan cahaya lebih baik. Keseragaman warna ini mengaburkan batas-batas ruang, menciptakan ilusi hamparan yang terus menerus dan luas.

Proporsi dan Fungsi Furnitur tidak kalah penting. Memilih perabotan dengan skala yang sesuai dan desain ramping, serta memanfaatkan furnitur multifungsi, akan menjaga kelancaran sirkulasi. Furnitur berkaki tinggi yang mengekspos lantai juga membantu menciptakan kesan ruang yang lebih lapang dan ringan.

Belajar dari Contoh Nyata: Apartemen Tipe 36 di Jakarta

Efektivitas pendekatan ini dapat dilihat dari sebuah studi kasus nyata. Sebuah apartemen tipe 36 di Jakarta yang dihuni pasangan profesional muda sempat berencana membongkar partisi untuk memperluas ruang keluarga yang terasa sesak. Rencana renovasi struktural itu diperkirakan menelan biaya hingga Rp25 juta.

Alih-alih membongkar, mereka berkonsultasi dengan ahli desain interior. Solusinya bersifat transformatif namun non-struktural: mengganti sofa besar dengan model yang lebih ramping, memasang cermin besar untuk menggandakan cahaya dan kedalaman, serta menggunakan karpet sebagai penanda zona fungsional pengganti sekat fisik.

Hasilnya cukup mencengangkan. Ruangan terasa 40 persen lebih luas secara visual. Pasangan itu pun berhasil menghemat lebih dari 80 persen dari anggaran renovasi awal, sekaligus mendapatkan hunian dengan atmosfer yang benar-benar baru dan lebih fungsional.

Peran Ahli Profesional dalam Transformasi Ruang

Meski prinsip dasarnya terdengar sederhana, eksekusi yang presisi memerlukan keahlian khusus. Setiap ruang memiliki karakter unik terkait cahaya, alur, dan kebutuhan penghuni. Seorang profesional membawa pengalaman lapangan untuk mendiagnosis masalah, memahami interaksi material, dan merancang solusi yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga tepat secara teknis dan ergonomis.

Mereka menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati dan terukur. "Jangan terburu-buru membuang anggaran untuk renovasi yang belum tentu menyelesaikan masalah utama," ungkap seorang praktisi di bidang ini. Sentuhan ahli memastikan setiap keputusan desain dari pemilihan warna hingga penempatan furnitur berdampak maksimal terhadap kenyamanan dan persepsi ruang.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk merobohkan dinding, pertimbangkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu. Langkah ini bisa menghemat dana, waktu, dan memberikan hasil yang seringkali melampaui ekspektasi, membuktikan bahwa ruang yang ideal tidak selalu tentang menambah luas, tetapi tentang mengoptimalkan apa yang sudah ada.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar