MURIANETWORK.COM - Seorang pria asal Indonesia, Budi Susilo, membagikan pengalamannya menjalani pemulihan pasca stroke dengan bantuan perangkat teknologi laser. Dalam sebuah video, pria berusia 54 tahun yang memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol tinggi itu mengaku merasakan perbaikan kondisi kesehatan setelah penggunaan alat tersebut secara rutin.
Kisah Pemulihan Pasca Stroke
Budi Susilo mengalami stroke di usia yang relatif produktif, 54 tahun. Kondisi ini tentu menjadi titik balik dalam hidupnya, mengingat ia juga telah lama bergelut dengan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang sulit dikendalikan. Namun, perjalanan pemulihannya menemukan sebuah babak baru setelah ia mulai mengintegrasikan terapi laser ke dalam rutinitas kesehatannya.
Dalam kesaksiannya, Budi menggambarkan bagaimana teknologi ini membantunya mengelola tekanan darah dan pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidupnya secara keseluruhan. Perubahan positif yang ia rasakan ini menjadi catatan penting dalam narasi panjang upaya rehabilitasi stroke.
"Dalam video ini, Bapak Budi mengungkapkan bagaimana teknologi laser membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidupnya," jelasnya.
Memahami Teknologi Laser untuk Kesehatan
Lantas, apa sebenarnya teknologi laser yang dimaksud? Secara umum, teknologi ini dirancang untuk memproduksi sinar laser dengan panjang gelombang tertentu. Perkembangannya pun signifikan. Jika dahulu hanya dikenal sinar laser merah, kini telah tersedia varian dengan spektrum berbeda, seperti biru dan kuning, yang masing-masing diklaim memiliki manfaat spesifik.
Prinsip kerjanya, ketika sinar laser mengenai area pembuluh darah di pergelangan tangan, energi fotonya diharapkan dapat membantu mengurai potensi penggumpalan darah. Penggumpalan inilah yang sering menjadi biang keladi masalah pada penderita hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, karena dapat menghambat aliran darah dan memicu komplikasi serius.
Penggunaan alat ini dianjurkan sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan pengganti pengobatan medis. Dengan kata lain, teknologi laser diposisikan sebagai pendamping untuk mengoptimalkan kesehatan pembuluh darah dan kualitas sel darah, sekaligus mengubah timbunan kolesterol menjadi energi.
Mekanisme dan Cara Penggunaan
Dalam praktiknya, perangkat seperti Dr Laser dipasang di pergelangan tangan kiri. Pemilihan titik ini bukan tanpa alasan. Area tersebut memiliki pembuluh nadi radial yang relatif dekat dengan permukaan kulit, serta titik-titik akupuntur yang diyakini berpengaruh pada sirkulasi tubuh.
Dengan menyinari titik-titik tersebut, diharapkan terjadi perbaikan pada kelancaran aliran darah dan penguraian sumbatan mikro. Untuk merasakan manfaatnya, penggunaan yang disarankan adalah dua kali sehari dengan durasi antara 15 hingga 60 menit setiap sesi.
Pandangan dari Sisi Pencegahan
Yang menarik, teknologi laser tingkat rendah (low-level laser therapy) ini tidak hanya diklaim bermanfaat bagi mereka yang sudah memiliki keluhan. Bagi individu sehat, alat ini bisa dianggap sebagai salah satu bentuk investasi pencegahan, sebuah upaya proaktif menjaga kekentalan dan kualitas darah agar tetap optimal sebelum masalah kesehatan muncul.
Ahli kesehatan sering menekankan bahwa kualitas darah sangat mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam konteks ini, teknologi laser hadir dengan janji untuk menjadi pelengkap gaya hidup sehat, membantu menjaga viskositas darah dan fungsi pembuluh darah agar tetap dalam kondisi prima.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, informasi produk dapat diperoleh melalui program kesehatan "Go Healthy" di Metro TV atau melalui kanal YouTube resminya. Sementara untuk pemesanan, dapat menghubungi call center di nomor (021) 8082 1200 atau WhatsApp/SMS ke 0812 8686 9090.
Artikel Terkait
Idola Jang Yeo Jun Hiatus dari CLOSE YOUR EYES Didiagnosis Rhabdomyolysis
Studi Akustik Ungkap Kebisingan Padel Lebih Tinggi dan Mengganggu Ketimbang Tenis
Israel Bersiap Serang Iran Jika AS Beri Lampu Hijau
Anggota DPR Desak Perusahaan Rencanakan Pembayaran THR Sejak Dini