Dari pengakuan yang diterima, A disebut baru pertama kali melakukan hal seperti ini. Dokumen Rio Haryanto dan surat ahli waris itu dibagikan di akun media sosial pribadinya. Kabarnya, tak lama setelah mengunggah, si pegawai langsung menyadari kesalahan dan menghapusnya.
Tapi, ceritanya belum selesai di situ.
Beni menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini. Pengakuan A saja tidak cukup. Mereka akan mencocokkannya dengan keterangan dari atasan langsung maupun atasan sebelumnya.
Kasus ini jadi pengingat. Di era digital, batas antara kebanggaan pribadi dan pelanggaran privasi kadang tipis. Apalagi ketika yang dilayani adalah orang terkenal.
Artikel Terkait
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi
AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran
Pengemudi Taksi Online di Jakarta Dijerat Tiga Pasal Usai Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Saksi Beberkan Aliran Uang Non-Teknis Rp 100 Juta per Tahun untuk Sertifikasi K3 di Kemenaker