“Limo Green tidak hanya meningkatkan kualitas layanan melalui efisiensi operasional dan optimalisasi biaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi kami untuk berperan aktif dalam mendorong transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia,”
Demikian penegasan Michael Rudolf, General Manager Riline Velocity Express, mengenai kerja sama ini.
Di balik semua itu, VinFast sebenarnya sudah menanamkan modal yang tidak sedikit di Indonesia. Investasinya disebut lebih dari US$300 juta, dengan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang dibangun di atas lahan seluas 171 hektare. Fasilitas itu punya kapasitas produksi perdana sekitar 50.000 unit per tahun.
Namun begitu, menjual mobil listrik tak cuma soal pabrik. Mereka juga terus membangun ekosistem pendukung. Jaringan dealer dan layanan purnajual diperluas ke sejumlah wilayah. Infrastruktur pengisian daya pun sedang dijajaki, salah satunya lewat kolaborasi dengan V-Green, pengembang stasiun pengisian global.
Tak ketinggalan, skema pembiayaan yang beragam lewat kerja sama dengan beberapa bank dan lembaga pembiayaan juga digodok. Tujuannya jelas: memudahkan baik konsumen perorangan maupun mitra usaha seperti RVE dan Sentrik untuk memiliki kendaraan listrik mereka.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Status Waspada Berlaku dan Warga Tobelo Diimbau Waspada Hujan Abu
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri