JAKARTA – Langkah VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, untuk menggarap pasar Indonesia kian serius. Baru-baru ini, mereka mengikat kerja sama strategis dengan dua perusahaan transportasi dalam negeri: Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara. Intinya, ada potensi pengadaan hingga 400 unit Limo Green, MPV listrik mereka, untuk memperkuat armada operasional kedua mitra itu.
Menurut CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, kolaborasi ini bukan cuma soal angka. Ini menunjukkan betapa minat pelaku industri terhadap kendaraan listrik komersial mulai menggeliat. “Ini sekaligus jadi bentuk dukungan nyata bagi percepatan transisi ke transportasi yang lebih ramah lingkungan di sini,” ujarnya.
“Dipilihnya Limo Green secara bersamaan oleh dua perusahaan transportasi besar di Indonesia menjadi bukti kuat kesesuaian model ini dalam memenuhi kebutuhan operasional komersial,” tambah Kariyanto dalam pernyataan resmi, Rabu (18/2/2026).
Rencananya, melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani, VinFast akan mendistribusikan 200 unit Limo Green untuk RVE dan 200 unit lagi untuk Sentrik. Pengirimannya nanti dilakukan bertahap, menyesuaikan ritme ekspansi armada kedua perusahaan tersebut. Kendaraan ini akan dipakai untuk layanan transportasi penumpang dan juga penyewaan kendaraan skala B2B.
Dari sisi spesifikasi, Limo Green adalah MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang. Ukurannya cukup besar: panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, dan tinggi 1.729 mm. Dengan jarak sumbu roda 2.840 mm dan konfigurasi tiga baris kursi, kendaraan ini memang dirancang untuk kebutuhan komersial yang padat.
Yang cukup menarik adalah daya jelajahnya. Menggunakan baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP), mobil ini diklaim bisa menempuh hingga 450 kilometer sekali isi daya penuh. Angka itu dinilai cukup untuk mendukung operasional armada dengan intensitas tinggi, sekaligus jadi pertimbangan utama dalam efisiensi biaya jangka panjang.
“Limo Green tidak hanya meningkatkan kualitas layanan melalui efisiensi operasional dan optimalisasi biaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi kami untuk berperan aktif dalam mendorong transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia,”
Demikian penegasan Michael Rudolf, General Manager Riline Velocity Express, mengenai kerja sama ini.
Di balik semua itu, VinFast sebenarnya sudah menanamkan modal yang tidak sedikit di Indonesia. Investasinya disebut lebih dari US$300 juta, dengan pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang dibangun di atas lahan seluas 171 hektare. Fasilitas itu punya kapasitas produksi perdana sekitar 50.000 unit per tahun.
Namun begitu, menjual mobil listrik tak cuma soal pabrik. Mereka juga terus membangun ekosistem pendukung. Jaringan dealer dan layanan purnajual diperluas ke sejumlah wilayah. Infrastruktur pengisian daya pun sedang dijajaki, salah satunya lewat kolaborasi dengan V-Green, pengembang stasiun pengisian global.
Tak ketinggalan, skema pembiayaan yang beragam lewat kerja sama dengan beberapa bank dan lembaga pembiayaan juga digodok. Tujuannya jelas: memudahkan baik konsumen perorangan maupun mitra usaha seperti RVE dan Sentrik untuk memiliki kendaraan listrik mereka.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Lakukan Rotasi Sejumlah Pejabat Utama
Pilot Selamat Usai Terjun Parasut, Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Perbukitan Nunukan
KPK Tetapkan Tiga Perusahaan Tambang sebagai Tersangka Baru Kasus Rita Widyasari
AS Siapkan Serangan ke Iran, Keputusan Akhir Trump Masih Menggantung