MURIANETWORK.COM - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penyampaian kritik oleh mahasiswa adalah hak yang sah, namun harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, etika, dan adab. Pernyataan ini disampaikannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, sebagai respons atas laporan ancaman yang diterima Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, usai mengkritik penanganan kasus bunuh diri anak di Nusa Tenggara Timur.
Kritik Sah, Namun Harus Disampaikan dengan Etika
Dalam keterangannya, Prasetyo Hadi mengakui bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dan kritik merupakan bagian dari jaminan konstitusi. Namun, ia mengimbau semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk memperhatikan cara dan jalur penyampaiannya. Tujuannya agar masukan yang diberikan bersifat konstruktif dan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
“Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja. Nah, tetapi tentu kami mengimbau kepada semuanya untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab-adab ketimuran,” tuturnya.
Imbauan Menjaga Diksi dan Sopan Santun
Prasetyo lebih lanjut menekankan pentingnya menjaga diksi dan menghindari kata-kata yang tidak pantas dalam berpendapat. Imbauan ini, menurutnya, berlaku universal dan tidak hanya ditujukan kepada kalangan mahasiswa atau organisasi tertentu.
“Hindari lah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” ujarnya.
Respon Terhadap Dugaan Ancaman
Merespons kabar ancaman yang dialami Ketua BEM UGM, termasuk pesan ancaman penculikan dan tuduhan sebagai agen asing, Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut. Pernyataannya singkat namun mengisyaratkan perhatian terhadap laporan tersebut.
“Nanti dicek lah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tiyo Ardianto dilaporkan menerima pesan ancaman melalui WhatsApp dari nomor asing. Pesan tersebut tidak hanya mengancam penculikan, tetapi juga menuduhnya sebagai agen asing yang mencari panggung.
Artikel Terkait
Mobil Terperosok di Akses Lingkar UI Depok, Lalu Lintas Menuju Jakarta Macet
China Wajibkan Tombol Fisik untuk Fungsi Penting Mobil Mulai 2027
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp5.000
Lalu Lintas Padat di Jatinegara Pagi Ini Didominasi Volume Kendaraan