Mensesneg Tegaskan Kritik Mahasiswa Sah, Imbau Perhatikan Etika dan Adab

- Kamis, 19 Februari 2026 | 06:30 WIB
Mensesneg Tegaskan Kritik Mahasiswa Sah, Imbau Perhatikan Etika dan Adab

MURIANETWORK.COM - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penyampaian kritik oleh mahasiswa adalah hak yang sah, namun harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, etika, dan adab. Pernyataan ini disampaikannya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, sebagai respons atas laporan ancaman yang diterima Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, usai mengkritik penanganan kasus bunuh diri anak di Nusa Tenggara Timur.

Kritik Sah, Namun Harus Disampaikan dengan Etika

Dalam keterangannya, Prasetyo Hadi mengakui bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dan kritik merupakan bagian dari jaminan konstitusi. Namun, ia mengimbau semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk memperhatikan cara dan jalur penyampaiannya. Tujuannya agar masukan yang diberikan bersifat konstruktif dan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.

“Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja. Nah, tetapi tentu kami mengimbau kepada semuanya untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab-adab ketimuran,” tuturnya.

Imbauan Menjaga Diksi dan Sopan Santun

Prasetyo lebih lanjut menekankan pentingnya menjaga diksi dan menghindari kata-kata yang tidak pantas dalam berpendapat. Imbauan ini, menurutnya, berlaku universal dan tidak hanya ditujukan kepada kalangan mahasiswa atau organisasi tertentu.

“Hindari lah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” ujarnya.

Respon Terhadap Dugaan Ancaman

Merespons kabar ancaman yang dialami Ketua BEM UGM, termasuk pesan ancaman penculikan dan tuduhan sebagai agen asing, Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut. Pernyataannya singkat namun mengisyaratkan perhatian terhadap laporan tersebut.

“Nanti dicek lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tiyo Ardianto dilaporkan menerima pesan ancaman melalui WhatsApp dari nomor asing. Pesan tersebut tidak hanya mengancam penculikan, tetapi juga menuduhnya sebagai agen asing yang mencari panggung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar