Kementerian Sosial lagi-lagi mengebut. Targetnya, semua bantuan sosial untuk kuartal pertama tahun 2026 harus selesai disalurkan sebelum Lebaran Idulfitri nanti. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan hal itu saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu malam kemarin.
"Pokoknya Februari ini mudah-mudahan sudah bisa disalurkan semua," ujarnya.
Dia menambahkan, "Sebelum Lebaran sudah selesai semua, mudah-mudahan."
Bantuan yang dimaksud mencakup beberapa program andalan. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, sampai bansos adaptif khusus untuk daerah-daerah yang baru saja dilanda bencana. Gus Ipul tampak optimis, meski mengakui ada sejumlah tantangan di lapangan.
Secara total, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk periode Januari-Maret itu mencapai Rp20 triliun. Angka sebesar itu dialokasikan untuk bansos reguler plus bantuan khusus penanganan bencana. Proses penyalurannya sendiri sudah berjalan cukup kencang.
"Sudah. Sampai sekarang sudah sekitar Rp17 triliun," kata Gus Ipul mengenai realisasi hingga pertengahan Februari.
Namun begitu, fokus utama saat ini memang ada di tiga provinsi yang paling parah terdampak: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Untuk ketiganya, pemerintah menyiapkan alokasi khusus lebih dari Rp3 triliun. Rinciannya sekitar Rp2 triliun lebih, ditambah lagi Rp1,8 triliun untuk penanganan di wilayah tersebut.
Gus Ipul mengakui, bagian tersulit justru terletak pada proses pembaruan data di daerah bencana. Situasinya kan berantakan, korban mengungsi, akses terhambat validasi data penerima jadi pekerjaan rumah yang njelimet. Berbeda dengan bansos reguler yang datanya sudah siap dan prosesnya relatif lebih mulus.
"Terutama yang berat itu datanya yang di (daerah) bencana, ya. Kalau yang reguler kan sudah tinggal (jalan)," ujarnya.
Meski ada kendala, nada optimisme tetap terdengar. Dengan realisasi yang telah mencapai Rp17 triliun, harapan untuk menyelesaikan seluruh penyaluran sebelum hari raya terlihat cukup realistis. Semua mata kini tertuju pada kerja tim di lapangan untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran dan tepat waktu.
Artikel Terkait
Prabowo Klaim Hemat Rp303 Triliun dari Pemangkasan Proyek dan Acara Seremonial
Lebih dari 2,9 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan 2025
MNC Asset Management Genjot Literasi Reksa Dana Syariah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
IMF Desak Jepang Lanjutkan Pengetatan Moneter dan Kritik Rencana Penangguhan Pajak