Beberapa peluang tercipta melalui sepakan Federico Barba dan pergerakan Kurzawa, namun belum mampu memperbesar keunggulan. Di sisi lain, Ratchaburi yang sadar memiliki keuntungan agregat besar, lebih memilih bermain hati-hati dan mengandalkan serangan balik yang sporadis.
“Kami berusaha maksimal sampai peluit akhir, tetapi hari ini bukan hari keberuntungan kami,” ujar Hodak dalam konferensi pers usai laga.
Agregat Menentukan Nasib
Di menit-menit akhir, Persib terus mendesak. Pergantian pemain dengan memasukkan Ramon Tanque dan Sergio Castel dilakukan untuk menyegarkan lini serang. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi pertahanan Ratchaburi dan sedikit keberuntungan membuat skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Peluit panjang akhirnya berbunyi, mengukuhkan kemenangan Persib di leg kedua. Sayangnya, satu gol yang dicetak di Bandung tidak cukup untuk menutupi kekalahan tiga gol di Thailand. Dengan agregat 1-3, perjalanan Maung Bandung di kompetisi tingkat Asia pun terhenti. Kekalahan ini menjadi catatan pahit sekaligus pelajaran berharga bagi tim untuk persiapan musim depan.
Artikel Terkait
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah
Truk TNI Angkut Siswa SD Terlibat Kecelakaan Maut di Kalideres, Satu Tewas