MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (18/2/2026) dengan penguatan, mencatat kenaikan hampir satu persen tak lama setelah pembukaan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar mencatat penurunan dan arus keluar modal asing pada sesi terakhir sebelum libur panjang Tahun Baru Imlek. Sentimen pasar turut didorong oleh penutupan beragam di bursa regional dan rebound tipis di Wall Street.
Pergerakan IHSG Usai Libur Panjang
Setelah jeda perdagangan untuk perayaan Imlek, IHSG dibuka di level 8.235,808. Aksi beli langsung muncul, mendorong indeks melonjak 80,769 poin (0,98%) menjadi 8.293,040 seperti yang terekam sekitar pukul 09.20 WIB. Dalam pergerakannya pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.299,602 dengan titik terendah di 8.227,450.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026) sebelumnya, di mana IHSG terkoreksi 0,64%. Pada sesi itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp2,2 triliun, dengan saham-saham seperti BBCA, BUMI, BBRI, GOTO, dan TLKM menjadi yang paling banyak dilepas.
Sentimen dari Pasar Global
Dinamika pasar saham global turut memberikan warna. Di Amerika Serikat, bursa berhasil rebound dari tekanan awal sesi pada perdagangan Selasa (17/2/2026). Kenaikan tipis diindikasikan oleh indeks utama: Dow Jones naik 0,07%, S&P 500 bertambah 0,10%, dan Nasdaq menguat 0,14%. Penguatan sektor teknologi, dipicu saham Nvidia dan Apple, berhasil menopang pasar meski ada pelemahan dari emiten seperti Microsoft dan Oracle.
Sementara itu, suasana di Asia lebih beragam. Bursa Jepang justru melemah dengan Nikkei 225 turun 0,42% dan Topix anjlok 0,68%. Sebaliknya, ASX 200 Australia menguat 0,24%. Perlu dicatat, sejumlah bursa besar seperti China Daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan masih tutup dalam rangka libur Imlek, sehingga likuiditas dan volatilitas perdagangan regional mungkin belum sepenuhnya normal.
Analisis dan Proyeksi dari Analis
Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi untuk rebound hari ini, sepanjang bertahan di atas support 8.160. Diperkirakan support IHSG: 8.120-8.160 dan Resist IHSG: 8.240-8.300,” ungkap Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, dalam keterangan tertulisnya.
Rekomendasi Trading untuk Pemantauan
Berikut sejumlah saham yang dapat menjadi bahan pemantauan dan pertimbangan bagi para pedagang hari ini, beserta level-level kunci berdasarkan analisis teknis:
1. PANI
Rekomendasi Spec Buy dengan area akumulasi di rentang Rp10.450-Rp10.800. Level cutloss ditetapkan di bawah Rp10.225, sementara target harga terdekat berada di kisaran Rp10.950-Rp11.300.
2. BUMI
Strategi Buy if Break level Rp296. Apabila tembus, target pergerakan dekat ada di area Rp304-Rp320. Cutloss disarankan di bawah Rp286.
3. DEWA
Pola serupa dengan rekomendasi Buy if Break Rp620. Target kenaikan diletakkan di Rp640-Rp660, dengan batas risiko di bawah level Rp600.
4. RAJA
Rekomendasi Spec Buy untuk area beli Rp4.850-Rp4.890. Pedagang perlu waspada jika harga jatuh di bawah Rp4.800. Target pergerakan berada di rentang Rp4.930-Rp5.000.
5. INET
Konfirmasi pembelian jika harga mampu menembus level Rp388. Target pergerakan dicanangkan di Rp396-Rp410, dengan cutloss jika harga bergerak melawan ke area di bawah Rp374.
6. INDY
Rekomendasi Spec Buy pada kisaran harga Rp3.480-Rp3.560. Batas kerugian ditempatkan di Rp3.470, sedangkan target pergerakan positif diarahkan ke level Rp3.620-Rp3.680.
Artikel Terkait
Pria Mabuk Diamankan Usai Tusuk Korban Saat Cekcok di Duren Sawit
Mendagri: Rehabilitasi Pascabencana di Sumatra Belum Tuntas, Beberapa Wilayah Jadi Prioritas
Direktur Bus Cahaya Trans Ditahan sebagai Tersangka Kecelakaan Maut Tol Krapyak
Bantuan Diaspora Aceh di Malaysia Tertahan di Pelabuhan Tunggu Izin Bea Cukai