Di sisi lain, Andre juga menyoroti komitmen pemberantasan korupsi yang lebih luas. Baginya, aparat harus punya nyali untuk menindak tegas siapa pun yang bersalah. Tidak peduli itu koruptor kelas kakap atau, dalam konteks ini, oknum yang diduga hanya pegawai honorer di dinas terkait.
Tekanan juga ditujukan kepada pemimpin lokal. Andre secara khusus meminta Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk bersikap tegas. Jika memang ada aparaturnya yang terbukti terlibat, langkah tegas harus diambil tanpa ragu-ragu.
Harapannya jelas: penanganan kasus ini harus transparan dan akhirnya bisa mengembalikan rasa aman bagi para pedagang. Andre menegaskan, DPR RI akan terus mengawal prosesnya, memastikan praktik pemalakan seperti ini tidak lagi terjadi, khususnya di Sumatera Barat.
Sebelumnya, kasus ini memang sudah mendapat perhatian serius dari Andre. Ia bahkan telah menemui Kapolda Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta, pada Rabu (11/2) lalu untuk menyampaikan laporan langsung mengenai aksi pemalakan yang diduga dilakukan 'tuan takur' tersebut. Perkembangannya kini tinggal menunggu hasil penyidikan yang lebih konkret.
Artikel Terkait
Tukang Ojek Diserang di Paniai, Satgas Damai Cartenz Turun Tangan
Operasi Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Diduga Pelaku Penyerangan ke Rombongan Tito Karnavian
Denpasar Terapkan WFH untuk ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
HNW Kecam UU Hukuman Mati Israel, Sebut Alat Diskriminasi Sistematis