Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Muhammad Ali Abbasi, ditahan otoritas Israel di Yerusalem Timur. Tak cuma ditahan, sang syekh juga dilarang masuk ke kompleks masjid itu selama sepekan ke depan.
Menurut laporan Anadolu Agency pada Selasa (17/2/2026), penahanan ini terjadi hanya beberapa hari jelang bulan suci Ramadan. Pemerintah Provinsi Yerusalem mengonfirmasi insiden tersebut, meski pernyataan resmi mereka tak menyebut sama sekali alasan di balik pelarangan itu.
Langkah ini bukan satu-satunya. Di sisi lain, Israel juga kian ketat membatasi akses jemaah ke Al-Aqsa. Serangan-serangan dari pemukim ilegal Yahudi ke kompleks yang sudah lama jadi titik panas itu pun dilaporkan makin menjadi.
Padahal, Ramadan bulan tersuci umat Islam akan dimulai minggu ini. Masjid Al-Aqsa sendiri diyakini sebagai situs suci ketiga bagi Muslim setelah Mekah dan Madinah.
Bagi orang Yahudi, tempat ini disebut Bukit Bait Suci. Mereka meyakini di sinilah dua kuil Yahudi kuno dahulu berdiri.
Yerusalem Timur, lokasi Al-Aqsa, diduduki Israel sejak Perang 1967. Kemudian pada 1980, Israel mencaplok seluruh kota. Hingga hari ini, komunitas internasional menolak mengakui aneksasi itu.
Suasana makin tegang. Eskalasi Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur belakangan ini memang terasa kian mengeras, dan penahanan terhadap syekh tadi seolah jadi bagian dari pola yang sama.
Artikel Terkait
Trump Ingatkan Iran Soal Konsekuensi Jelang Pembicaraan Nuklir di Jenewa
Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Pertamina Geothermal Energy dan PLN Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Proyek Panas Bumi
Menlu RI Pimpin Delegasi di DK PBB Bahas Krisis Gaza dan Upaya Perdamaian