Mengenal Sidang Isbat dan Tujuannya
Bagi masyarakat awam, sidang isbat mungkin terdengar sebagai istilah teknis. Secara sederhana, sidang ini adalah forum resmi yang diselenggarakan Kemenag untuk menetapkan secara sah awal bulan-bulan penting dalam kalender Hijriah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Kata ‘isbat’ sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti penetapan atau pengesahan.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan keputusan nasional yang dapat dijadikan pedoman bersama, dengan mempertimbangkan semua bukti yang ada. Dua pilar utama dalam sidang ini adalah hisab, yaitu perhitungan astronomi yang memberikan peta posisi hilal, dan rukyat, yaitu laporan langsung dari lapangan oleh tim pemantau yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
Tahapan dan Jadwal Pelaksanaan
Berdasarkan jadwal resmi, sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB di Auditorium Pusat H.M Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta. Prosesnya akan berlangsung dalam beberapa tahap berurutan.
Tahap pertama adalah pemaparan data hisab oleh tim ahli. Selanjutnya, sidang akan melakukan verifikasi terhadap laporan rukyatul hilal yang datang dari 37 titik pengamatan di seluruh Indonesia, termasuk dari lokasi-lokasi baru seperti Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN). Dari sintesis seluruh data inilah, keputusan akhir akan diambil dan diumumkan kepada publik.
Artikel Terkait
Gattuso Mundur dari Kursi Pelatih Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya