Laurens Tato meninggal dunia pada 2017 di usia 62 tahun. Tapi, seperti kata banyak orang yang hadir hari itu, nilai-nilai dan warisan pemikirannya tak ikut mati. Ia tetap jadi rujukan.
CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, punya pandangan menarik soal ini. Menurutnya, pemberian penghargaan ini justru membuktikan bahwa nilai yang ditanamkan almarhum masih sangat relevan, bahkan untuk generasi sekarang yang mungkin tak pernah sekalipun bertemu dengannya.
Di sisi lain, kenangan juga datang dari jurnalis senior Andi F. Noya. Ia bercerita tentang kearifan dan peran besar Laurens dalam menjaga roh editorial di tubuh Media Group. Andi bahkan membuka kisah pribadi tentang dukungan yang ia dapatkan dari almarhum.
Melalui Journalist Day 2026 ini, harapannya jelas. Media Group ingin semangat solidaritas, kolaborasi, dan terutama empati yang dulu dipegang teguh oleh orang-orang seperti Laurens Tato, bisa terus hidup. Agar tugas jurnalistik tetap dijalankan dengan akurat, dan tentu saja, penuh tanggung jawab. Acara itu bukan sekadar seremoni. Tapi pengingat, tentang fondasi yang harus tetap kokoh di tengah arus informasi yang kian deras.
Artikel Terkait
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang
Polisi Bekasi Ringkus Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras Berencana
Kolaborasi ITB dan IIDI Pasok Air Bersih untuk 1.000 Jiwa di Agam Pascabanjir
Macan Tutul Terjerat Perangkap Babi di Puncak, Dievakuasi ke Taman Safari