Senin lalu, tepatnya 16 Februari 2026, suasana di Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat, terasa berbeda. Media Group lagi-lagi mengadakan Journalist Day. Kali ini, tema yang diusung adalah Unity with Empathy. Acara tahunan itu selalu punya momen spesial, dan tahun ini sorotan utama jatuh pada sebuah penghargaan bergengsi: Lifetime Achievement untuk almarhum Laurens Tato.
Ya, nama itu mungkin tak begitu dikenal oleh anak-anak muda di industri media sekarang. Tapi bagi yang pernah bekerja sezaman, Laurens Tato adalah legenda. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya yang puluhan tahun di dunia jurnalistik. Ia bukan cuma menjalankan profesi, tapi benar-benar menghidupinya dengan etika dan profesionalisme tinggi. Bagi Laurens, jurnalisme adalah jalan hidup. Ia tak sekadar mencatat peristiwa, tapi menjadi saksi sejarah lewat tulisan-tulisannya yang tajam.
Lelaki kelahiran Mwekaseko, Flores, NTT itu memulai karir dari media cetak setelah lulus dari Universitas Indonesia. Perjalanannya kemudian berlanjut pada 1986, ketika Surya Paloh, Chairman Media Group, mempercayainya untuk ikut membangun Harian Prioritas. Koran itu, pada masanya, dikenal punya gaya editorial yang beda dan cukup vokal.
Kariernya makin matang di Media Indonesia. Di sana, ia pernah menduduki posisi Wakil Pemimpin Redaksi dan anggota Dewan Redaksi. Banyak yang mengenangnya sebagai sosok cerdas, kutu buku, dan yang paling berkesan sebagai mentor yang sabar membina banyak jurnalis muda.
Laurens Tato meninggal dunia pada 2017 di usia 62 tahun. Tapi, seperti kata banyak orang yang hadir hari itu, nilai-nilai dan warisan pemikirannya tak ikut mati. Ia tetap jadi rujukan.
CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, punya pandangan menarik soal ini. Menurutnya, pemberian penghargaan ini justru membuktikan bahwa nilai yang ditanamkan almarhum masih sangat relevan, bahkan untuk generasi sekarang yang mungkin tak pernah sekalipun bertemu dengannya.
“Generasi hari ini mungkin tidak pernah mendengar langsung nama Laurens Tato, tetapi nilai dan pengaruh yang ditanamkannya bisa sampai ke generasi sekarang hingga diusulkan menerima Lifetime Achievement,” ujar Mirdal.
Di sisi lain, kenangan juga datang dari jurnalis senior Andi F. Noya. Ia bercerita tentang kearifan dan peran besar Laurens dalam menjaga roh editorial di tubuh Media Group. Andi bahkan membuka kisah pribadi tentang dukungan yang ia dapatkan dari almarhum.
“Kearifan Kakak Laurens membawa roh editorial kami. Ia selalu menghargai keputusan orang lain dan siap ikut bertanggung jawab. Belakangan saya baru tahu, Kakak Laurens berjasa melobi sehingga keputusan saya sebagai pemimpin redaksi bisa diterima,” kenang Andi.
Melalui Journalist Day 2026 ini, harapannya jelas. Media Group ingin semangat solidaritas, kolaborasi, dan terutama empati yang dulu dipegang teguh oleh orang-orang seperti Laurens Tato, bisa terus hidup. Agar tugas jurnalistik tetap dijalankan dengan akurat, dan tentu saja, penuh tanggung jawab. Acara itu bukan sekadar seremoni. Tapi pengingat, tentang fondasi yang harus tetap kokoh di tengah arus informasi yang kian deras.
Artikel Terkait
Imlek 2026 Jatuh 17 Februari, Ini Makna dan Pilihan Ucapan untuk Rekan Kerja
Babak Kelima Piala FA 2025/26 Sajikan Duel Sengit Newcastle vs Man City
Mayat dalam Koper Ditemukan di Rumah Kosong di Brebes
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta pada Selasa Pagi