Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Dikaitkan dengan Kemarahan Presiden Soal Penggorengan Saham

- Selasa, 17 Februari 2026 | 02:30 WIB
Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Dikaitkan dengan Kemarahan Presiden Soal Penggorengan Saham

Dia juga menyentuh soal putusan Rp 140 miliar yang harus dia tanggung. Ada yang aneh, menurutnya. Dia digugat untuk mengembalikan seluruh gaji dan tunjangan dari Blue Bird, plus dituduh mencemarkan nama baik. Totalnya segitu.

“Bahkan (putusan Rp 140 miliar) final dari Mahkamah Agung dan oleh Ketua Pengadilan Negeri ditambah dengan ketentuan bahwa semua anak saya harus ikut menanggung denda-denda pengembalian gaji dan pencemaran nama baik. Anehnya, lagi pentotalan jumlah gaji ini salah hitung,” tutur Mintarsih, yang juga dikenal sebagai penulis buku.

Kemarahan Presiden Prabowo sendiri memang sudah jadi pembicaraan. Beberapa waktu lalu, MSCI memberi peringatan keras soal transparansi pasar modal Indonesia. Imbasnya, IHSG anjlok. Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden, mengaku beberapa pejabat di lembaga otoritas akhirnya diminta mundur.

“Itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Ada alasannya, yaitu antara lain karena tidak ada transparansi," ungkap Hashim dalam sebuah forum di BEI, Rabu 11 Februari.

Hashim menegaskan, amarah Prabowo bukan cuma soal transparansi. Lebih dari itu, ini soal kehormatan bangsa. Peringatan dari lembaga internasional seperti MSCI dianggap mencoreng nama baik negara.

"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," katanya.

Jatuhnya IHSG juga dirasa sangat merugikan investor ritel. Reputasi OJK dan BEI pun ikut dipertaruhkan. “Para investor ritel, banyak yang telah dirugikan, bukan? Banyak yang telah dirugikan. Jadi ini sangat penting,” tegas Hashim.

Sebagai bentuk tanggung jawab, setidaknya empat pejabat OJK dan Direktur Utama BEI mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Mereka adalah Mahendra Siregar (Ketua DK OJK), Mirza Adityaswara (Wakil Ketua DK OJK), Inarno Djajadi (Kepala Dewan Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK), I.B Aditya Jayaantara (Deputi Komisioner), dan Iman Rachman (Direktur Utama BEI). Langkah mereka dilakukan menyusul anjloknya IHSG di akhir Januari lalu.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar