Pemerintah tak tinggal diam. Mereka menyoroti retorika panas dari partai sayap kiri ekstrem France Unbowed (LFI) yang dituding memicu eskalasi kekerasan hingga berujung pada kematian Deranque.
Di sisi lain, sebuah kelompok anti-imigrasi bernama Nemesis mengaku bahwa almarhum hadir di lokasi demonstrasi untuk melindungi anggota mereka. Kelompok yang fokus memerangi kekerasan terhadap perempuan Barat ini lalu menuding Jeune Garde alias Pengawal Muda sebagai dalang pembunuhan.
Kelompok pemuda anti-fasis itu sendiri konon didirikan bersama oleh seorang anggota parlemen LFI sebelum ia duduk di kursi legislatif.
Namun begitu, Jeune Garde yang sudah dibubarkan sejak Juni lalu membantah keras keterlibatan mereka. "Kami tidak ada hubungannya dengan peristiwa tragis itu," begitu kira-kira sanggahan mereka.
Pernyataan itu tampaknya tak meredakan kemarahan pemerintah. Juru bicara pemerintah, Maud Bregeon, justru melontarkan tuduhan pedas. Menurutnya, LFI telah bertahun-tahun "mendorong iklim kekerasan" di negara itu. Semuanya kini tenggelam dalam saling tuding, sementara satu nyawa telah melayang.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan