Jembatan Gantung untuk Akses Komunitas Terpencil
Di samping jembatan bailey yang melayani arus utama, upaya pemulihan juga sangat memperhatikan akses masyarakat di daerah yang lebih terpencil. Untuk itu, TNI AD gencar membangun jembatan perintis atau jembatan gantung. Hingga laporan ini dibuat, enam jembatan gantung telah selesai dibangun dan difungsikan di lokasi seperti Araa, Blang Awe, dan Lubuk Sidup.
Proses pengerjaan untuk sembilan jembatan gantung lainnya masih terus berlangsung dengan laju yang bervariasi, mulai dari 34 persen hingga mendekati penyelesaian. Di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, misalnya, terlihat personel TNI AD dengan cermat memasang sling penopang. Pembangunan di titik tersebut dilaporkan telah mencapai 87 persen.
Pembangunan Jembatan Armco Juga Berjalan Simultan
Jenis jembatan lain yang menjadi fokus adalah jembatan armco. Pembangunannya dilakukan secara simultan di berbagai lokasi. Capaian hingga saat ini menunjukkan 25 unit jembatan armco telah selesai dibangun. Sementara itu, sepuluh unit lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres rata-rata di atas 30 persen.
Salah satu jembatan armco yang telah rampung berada di Desa Alur Pinang. Jembatan ini saat ini sedang memasuki tahap akhir, yaitu uji coba, sebelum nantinya dibuka secara penuh untuk digunakan masyarakat. Keberhasilan penyelesaian berbagai jenis jembatan ini menjadi indikator kuat bahwa upaya rehabilitasi infrastruktur di Aceh terus bergerak maju, meski masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Artikel Terkait
Prabowo dan Presiden Korsel Berpose Finger Heart dengan Idol K-pop Indonesia di Istana
Komisi III DPR Tegaskan Putusan Bebas Videografer Amsal Sitepu Sudah Berkekuatan Hukum Tetap
Rumah di Cempaka Putih Dibobol Maling Saat Kosong, Laptop hingga Koleksi Topi Raib
MPL ID Season 17: RRQ Hoshi dan Alter Ego Berjuang Bangkit di Pekan Kedua