MURIANETWORK.COM - Proses pemulihan infrastruktur transportasi di Provinsi Aceh terus menunjukkan kemajuan nyata pasca bencana yang melanda pada akhir November 2025. Hingga pertengahan Februari 2026, puluhan jembatan darurat telah berhasil dibangun dan difungsikan, menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi. Data terbaru dari Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda mencatat progres pembangunan yang signifikan untuk berbagai jenis jembatan, mulai dari jembatan bailey, jembatan gantung, hingga jembatan armco.
Jembatan Bailey: Penghubung Utama Mulai Beroperasi
Pembangunan jembatan bailey sebagai solusi cepat untuk akses logistik dan transportasi umum telah mencapai tahap yang menggembirakan. Dari total kebutuhan 72 unit, sebanyak 25 unit telah dinyatakan rampung dan dapat dilalui kendaraan, termasuk truk bermuatan besar. Jembatan-jembatan ini tersebar di beberapa kabupaten terdampak, dengan konsentrasi terbanyak di Bener Meriah (9 unit), Bireuen (6 unit), dan Aceh Utara (4 unit).
Kemajuan ini telah membuka akses vital di sepanjang koridor tertentu. Sebuah keterangan tertulis dari pihak berwenang pada Senin, 16 Februari 2026, mengonfirmasi hal tersebut.
"Ruas jalan dari Kota Banda Aceh sampai Meureudu sudah terhubung dan fungsional untuk semua jenis kendaraan," jelasnya.
Selain di wilayah-wilayah tersebut, jembatan bailey juga telah beroperasi di Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Singkil, dan Nagan Raya. Saat ini, masih ada 12 unit dalam tahap pemasangan aktif, sementara puluhan titik lainnya masih menjalani survei dan persiapan material.
Jembatan Gantung untuk Akses Komunitas Terpencil
Di samping jembatan bailey yang melayani arus utama, upaya pemulihan juga sangat memperhatikan akses masyarakat di daerah yang lebih terpencil. Untuk itu, TNI AD gencar membangun jembatan perintis atau jembatan gantung. Hingga laporan ini dibuat, enam jembatan gantung telah selesai dibangun dan difungsikan di lokasi seperti Araa, Blang Awe, dan Lubuk Sidup.
Proses pengerjaan untuk sembilan jembatan gantung lainnya masih terus berlangsung dengan laju yang bervariasi, mulai dari 34 persen hingga mendekati penyelesaian. Di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, misalnya, terlihat personel TNI AD dengan cermat memasang sling penopang. Pembangunan di titik tersebut dilaporkan telah mencapai 87 persen.
Pembangunan Jembatan Armco Juga Berjalan Simultan
Jenis jembatan lain yang menjadi fokus adalah jembatan armco. Pembangunannya dilakukan secara simultan di berbagai lokasi. Capaian hingga saat ini menunjukkan 25 unit jembatan armco telah selesai dibangun. Sementara itu, sepuluh unit lainnya masih dalam pengerjaan dengan progres rata-rata di atas 30 persen.
Salah satu jembatan armco yang telah rampung berada di Desa Alur Pinang. Jembatan ini saat ini sedang memasuki tahap akhir, yaitu uji coba, sebelum nantinya dibuka secara penuh untuk digunakan masyarakat. Keberhasilan penyelesaian berbagai jenis jembatan ini menjadi indikator kuat bahwa upaya rehabilitasi infrastruktur di Aceh terus bergerak maju, meski masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Artikel Terkait
Dugderan Semarang Usung Toleransi dan Libatkan Generasi Muda Sambut Ramadan
Wamendikdasmen Soroti Kesenjangan Mutu Sekolah Negeri-Swasta, Guru Jadi Kunci
Kapolda Sumsel Tinjau Langsung Pengamanan Klenteng Jelang Imlek di Palembang
Polres Tanjungperak Sterilisasi Lima Klenteng Jelang Imlek, Kondisi Dinyatakan Aman