Fokus pada Pemerataan Pendidikan dan Dampak Program Sosial
Sebagai anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, Himmatul turut memanfaatkan momen ini untuk membuka posko pendaftaran Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menyebut adanya peningkatan nominal bantuan seiring kebijakan wajib belajar 13 tahun. Peluang pendidikan lanjutan juga dibuka melalui SMA Unggulan Garuda yang menawarkan beasiswa hingga ke luar negeri bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Lebih jauh, ia menyoroti dampak berantai dari program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini tidak hanya menyasar penerima manfaat langsung, tetapi juga menggerakkan sektor riil.
"MBG diam-diam sudah menyerap lapangan kerja sebanyak 1,2 juta orang. Satu dapur MBG saja minimal 20 orang," jelasnya. "Sekarang sudah ada 60 ribu dapur umum di seluruh Indonesia dan akan menjadi 80 ribu. Itu saja sudah menyerap 1,2 juta lapangan kerja."
Ajakan Memanfaatkan Program dan Penutupan Acara
Di penghujung sambutannya, Himmatul mengajak warga Ragunan untuk secara aktif memanfaatkan seluruh program yang tersedia, mulai dari PIP, KIP Kuliah, hingga layanan koperasi dan kesehatan. Acara yang berlangsung penuh semangat ini kemudian ditutup dengan tradisi potong nasi tumpeng dan penyaluran santunan kepada anak yatim, menegaskan nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial.
"Silakan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan disia-siakan," pungkas Himmatul mengingatkan.
Artikel Terkait
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Klungkung
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea
Megawati Serahkan 126 Sertifikat HKI untuk Lindungi Karya Seni dan Budaya Bali
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik