MURIANETWORK.COM - Fase kepemilikan Jetour T2 di Indonesia memasuki babak baru. Setelah proses serah terima unit kepada konsumen dimulai, kendaraan SUV ini kini benar-benar diuji di jalanan. Momen ini menjadi penentu, di mana performa, kenyamanan, dan ketangguhan T2 akan diukur langsung berdasarkan pengalaman sehari-hari para pemiliknya di berbagai medan.
Salah satu pemilik pertama, Sintya Marisca, mengungkapkan alasan di balik keputusannya memilih T2. Ketertarikannya tumbuh bukan hanya dari desain, tetapi juga dari reputasi global yang dibangun Jetour.
"Ketertarikan saya muncul sejak awal melihat desain dan membaca ulasan mengenai kualitas serta konsep kendaraan ini, apalagi brand Jetour sendiri sudah memiliki reputasi global yang baik. Saya melihat T2 memiliki karakter yang tegas, modern, dan sesuai dengan gaya hidup eksploratif yang saya jalani, sehingga penantian untuk menerima unit terasa sepadan," tuturnya di sela acara serah terima di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (14 Februari 2026).
Respons Pasar yang Menggembirakan
Antusiasme pasar terhadap model ini terlihat dari angka pra-pemesanan yang tercatat. Hingga awal Februari 2026, lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) telah berhasil dikantongi Jetour. Angka tersebut menjadi indikasi awal yang positif bagi penerimaan T2 di pasar otomotif Indonesia yang kompetitif.
Kini, unit-unit yang dipesan mulai didistribusikan ke berbagai daerah. Konsumen pun telah mulai mengendarai T2 untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian, baik untuk menjelajahi keramaian kota maupun menempuh perjalanan jarak menengah.
Fokus Bergeser ke Pengalaman Kepemilikan
Menanggapi dimulainya fase ini, pihak Jetour menyatakan bahwa perhatian mereka kini beralih ke kualitas layanan purna jual. Brand Manager PT Jetour Sales Indonesia, Arief Sutrisno, menekankan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan setiap konsumen.
Artikel Terkait
Kilas Balik 2 April: Dari Kemerdekaan Cirebon hingga Wabah Antraks Rusia
Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik di Sambas, Disertai Pesan Tolong Dimakamkan
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Klungkung
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea