Solusi yang ditawarkan InJourney berfokus pada penyelarasan pembangunan transportasi intermoda terintegrasi sebagai akses utama bandara, percepatan perbaikan infrastruktur di destinasi prioritas, serta pengembangan alternatif seperti water taxi dan dukungan jalan tol untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan pariwisata.
Memperkuat Daya Pikat Destinasi
Sementara itu, di bidang pembangunan destinasi dan promosi, penguatan branding dan pemasaran untuk atraksi utama (anchor attraction) masih memerlukan dukungan promosi yang lebih kuat guna menciptakan daya tarik berkelanjutan dan memperpanjang masa tinggal wisatawan. Keterbatasan skema pendanaan dan insentif untuk menarik event internasional berskala global juga menjadi perhatian.
Untuk itu, InJourney mengusulkan pemberian insentif bagi travel agent sebagai katalis promosi, insentif finansial untuk aktivitas pemasaran seperti produksi film dan kolaborasi dengan agen perjalanan global, serta promosi berbasis industri kreatif. Lebih jauh, dibutuhkan pembentukan Quality Tourism Fund untuk mendanai event bertaraf dunia seperti MotoGP, konser internasional, dan sejenisnya.
Maya menegaskan pentingnya kolaborasi menyeluruh. "Melalui pemetaan isu ini, InJourney menegaskan kebutuhan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan promosi destinasi berjalan dalam satu orkestrasi kebijakan. Target akhirnya jelas menciptakan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi ekonomi lokal dan nasional," tegasnya.
Dialog untuk Memperkuat Sinergi
Pertemuan yang digelar di Bali ini menjadi ruang dialog penting untuk mempererat kemitraan strategis antara pemerintah dan pelaku usaha. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus bermitra erat dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan daya saing global pariwisata Indonesia, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ketangguhan ekonomi.
Dialog tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Bali. Dari sisi industri, hadir perwakilan organisasi seperti PHRI, ARKI, GAHAWISRI, ASPERAPI, INACA, GIPI, dan asosiasi lain yang mencerminkan keragaman pelaku di ekosistem pariwisata.
Artikel Terkait
Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp137 Miliar atas Kasus Gratifikasi
KPK Beri Asistensi Dua Direktur WNA Garuda Isi LHKPN
Konfrontasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Mapolda Metro Jaya Berujung Ricuh, Tiga Orang Diamankan
Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Aliansi dengan 10 Nota Kesepahaman Baru