Kemlu Tegaskan Partisipasi RI di Pasukan Gaza Bukan Pengakuan terhadap Israel

- Minggu, 15 Februari 2026 | 05:15 WIB
Kemlu Tegaskan Partisipasi RI di Pasukan Gaza Bukan Pengakuan terhadap Israel

Posisi Indonesia dalam ISF

Wacana mengenai kemungkinan Indonesia bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza memang telah mencuat beberapa waktu terakhir. Namun, Kemlu ingin memastikan bahwa interpretasi publik terhadap langkah ini tidak melenceng dari prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.

"Partisipasi dan kehadiran personel Indonesia dalam ISF tidak dimaknai sebagai pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun," ungkapnya.

Pernyataan ini sekaligus berfungsi sebagai penegasan bahwa partisipasi dalam misi multilateral tidak serta-merta mengubah hubungan bilateral dengan negara lain, terutama dalam konteks yang kompleks seperti di Timur Tengah.

Batas yang Tidak Boleh Dilewati

Kemlu juga menyampaikan pesan yang sangat jelas mengenai konsekuensi jika pelaksanaan misi ISF di lapangan nanti dinilai menyimpang. Pemerintah Indonesia tidak akan ragu untuk menarik kontribusinya jika syarat-syarat utama yang telah ditetapkan tidak lagi dipatuhi.

"Indonesia akan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia," tutup pernyataan tersebut dengan nada tegas.

Langkah ini menunjukkan kehati-hatian dan prinsip kejelasan posisi Indonesia dalam setiap keterlibatan internasional, terutama yang menyangkut isu-isu geopolitik sensitif seperti konflik Palestina-Israel.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar