Kemensos Salurkan Ayam Petelur ke 70 Keluarga di Purworejo untuk Transisi ke Kemandirian Ekonomi

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:15 WIB
Kemensos Salurkan Ayam Petelur ke 70 Keluarga di Purworejo untuk Transisi ke Kemandirian Ekonomi

MURIANETWORK.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan ayam petelur kepada 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Purworejo, Jawa Tengah, sebagai upaya transisi dari bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi. Bantuan yang disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih ini berupa paket kandang tiga tingkat, 24 ekor ayam siap bertelur, pakan, dan vitamin, dengan nilai total sekitar Rp 5,7 juta per paket. Program ini merupakan bagian dari strategi graduasi berbasis data dan kolaborasi dengan Kementerian Koperasi.

Strategi Graduasi Menuju Kemandirian

Penyerahan bantuan secara simbolis ini dilakukan dalam sebuah acara kolaborasi di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa program ini dirancang agar KPM tidak selamanya bergantung pada bantuan. Langkah strategisnya adalah dengan mendorong mereka bergabung dan berperan aktif dalam koperasi desa.

“Program ini merupakan bagian dari strategi graduasi dan pemberdayaan KPM agar mampu mandiri secara ekonomi. Kami di Kemensos mendorong penerima manfaat menjadi anggota Kopdes. Tidak hanya menjadi anggota tapi juga bagian dari pemberdayaan,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Proyeksi Ekonomi dan Peran Koperasi

Dengan paket bantuan tersebut, setiap keluarga diproyeksikan dapat memanen rata-rata 1,5 kilogram telur per hari. Sebagian hasilnya, yaitu satu kilogram, akan dijual melalui koperasi desa, sedangkan setengah kilogram lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Dari perhitungan tersebut, diharapkan muncul tambahan penghasilan kotor antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per hari, atau minimal Rp 500 ribu setiap bulannya.

Gus Ipul kembali menekankan pentingnya data akurat sebagai fondasi program. Ia juga menyoroti peran pendamping PKH untuk memastikan keberhasilan KPM.

“Proses bisnis kita jelas, data dulu. Data yang akurat adalah kunci keadilan. Jangan sampai yang seharusnya mendapat bantuan tidak mendapat, dan yang tidak berhak justru menerima,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memandang koperasi sebagai instrumen pemberdayaan yang vital dalam ekosistem ini.

“Koperasi adalah instrumen pemberdayaan. Kita dorong KPM masuk Kopdes Merah Putih agar hasil usahanya terserap dan mereka menjadi pelaku ekonomi,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Kementerian

Kehadiran Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, dalam acara tersebut menandakan komitmen bersama. Program di Purworejo ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara kedua kementerian dan akan diujicobakan sebagai model pengentasan kemiskinan di beberapa daerah lainnya.

“KPM kita dorong menjadi pelaku ekonomi sekaligus anggota koperasi. Jika anggota membeli di koperasi, maka Sisa Hasil Usaha akan kembali kepada anggota,” tutur Ferry, seraya menyatakan kesiapan untuk meringankan iuran keanggotaan bagi KPM.

Kolaborasi ini mendapatkan penguatan dari sisi kebijakan makro. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, yang juga hadir, menggambarkan sinergi antarlembaga dengan analogi sepak bola.

“Ibarat sepak bola, Kemenkop adalah striker, Kemensos adalah bek sebagai jaring pengaman sosial, dan BP Taskin adalah gelandang yang mengatur ritme. Semua harus bergerak bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembentukan BP Taskin merupakan arahan Presiden untuk mengorkestrasi kebijakan pengentasan kemiskinan secara lebih terintegrasi dan efektif.

Dukungan dari Tingkat Daerah

Acara yang berlangsung di kantor koperasi tersebut turut dihadiri oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menandakan dukungan penuh pemerintah daerah. Suasana terasa lebih hidup ketika para tamu undangan berkeliling meninjau gerai koperasi yang memamerkan berbagai produk usaha KPM, mulai dari kue kering hingga kerajinan tangan. Kehadiran para pendamping PKH dan penerima bantuan di lokasi melengkapi gambaran upaya kolektif yang melibatkan berbagai lapisan pemangku kepentingan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar