MURIANETWORK.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menertibkan kawasan Pasar Palmerah secara permanen dan berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan menyusul kondisi pasar yang sempat terlihat rapi saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Pramono menekankan, penataan tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus mengembalikan fungsi trotoar dan fasilitas publik bagi warga.
Komitmen Penertiban Berkelanjutan
Dalam pernyataannya, Pramono Anung secara tegas menolak praktik penertiban yang hanya bersifat sementara atau pencitraan. Ia menyatakan bahwa langkah yang diambil harus memberikan dampak nyata dan berjangka panjang bagi tata ruang kawasan. Komitmen ini muncul sebagai respons atas pertanyaan mengenai kondisi Palmerah yang sebelumnya terlihat tertib saat ada acara kenegaraan.
"Bukan hanya karena misalnya Bapak Presiden atau para menteri hadir atau gubernur. Saya termasuk orang yang tidak mau terlalu hal yang bersifat seremonial," ucap Pramono saat ditemui di Kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Dengan nada tegas, ia menambahkan, "Saya ingin hal yang lebih nyata dan untuk itu saya akan tertibkan. Pokoknya saya akan tertibkan." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pemprov DKI akan segera melanjutkan langkah-langkah penertiban di lokasi tersebut.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional
Pemerintah Batasi Pembelian Solar dan Pertalite Maksimal 50 Liter per Hari
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026