Suasana sempat ricuh di Jakarta Convention Center Senayan pagi tadi. Ribuan pengunjung yang ingin masuk ke Jewellery Fair 2026 berdesakan di depan pintu, berebut kesempatan untuk membeli emas fisik. Adegan yang lebih mirip "war" atau perebutan itu terekam dalam video yang kemudian viral.
Dalam video tersebut, terlihat kerumunan orang saling dorong dan teriak. Suara riuh rendah memenuhi area. "Tarik, Pak!" teriak seseorang dari dalam kerumunan, mencoba memberi jalan.
Para pengunjung tampak masih mengenakan lanyard merah tanda peserta. Namun, antusiasme mereka berubah jadi aksi saling tunjuk dan teriak, semua ingin jadi yang pertama masuk.
Namun begitu, situasi itu tak berlangsung lama. Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.52 WIB menunjukkan keadaan sudah jauh lebih tenang. Antrian yang tadinya kacau balau, kini berubah rapi. Pengunjung yang belum mendapat giliran duduk manis di kursi yang disediakan panitia, menunggu panggilan. Tali pembatas sudah dipasang mengelilingi area tunggu, mengatur kerumunan dengan lebih tertib.
Menurut seorang pengunjung, Dodi yang berasal dari Kalimalang, Jakarta Timur, keributan itu terjadi sangat pagi. "Kejadiannya sekitar jam setengah tujuh tadi," katanya. "Pintunya memang belum dibuka, jadi ya cuma ribut-ribut suara saja. Nggak sampai dorong-dorongan serius sih, soalnya kan gerbangnya masih terkunci."
Dodi menjelaskan, baru sekitar pukul 08.00 WIB panitia muncul dan mulai mengatur antrian. Penyebab kepanikan itu, katanya, karena kuota emas yang sangat terbatas. "Kuota untuk war emas hari ini cuma 200 orang. Saya dapat nomor 112, alhamdulillah," ujarnya lega.
Meski antrian akhirnya bisa diatur, daftar peminat ternyata sudah melonjak jauh. "Mungkin panitia lihat kondisi udah nggak kondusif, akhirnya pakai list yang kita buat. Tapi list kita sendiri sebenarnya udah nyampe 300-an nomor," tutur Dodi. Jelas sekali, minat jauh mengalahkan ketersediaan.
Jewellery Fair 2026 sendiri digelar dari 12 hingga 14 Februari. Acara buka setiap harinya dari pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. Pagi tadi menjadi bukti, demam emas masih sangat nyata di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Panen Raya di Lapas Hasilkan 123 Ton Produk Pangan dan Ternak
Daryono Mundur dari Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk
Prabowo Tegaskan Isu Lingkungan Bagian dari Ketertiban Publik, Polda Riau Sudah Jalankan Green Policing