Menurut seorang pengunjung, Dodi yang berasal dari Kalimalang, Jakarta Timur, keributan itu terjadi sangat pagi. "Kejadiannya sekitar jam setengah tujuh tadi," katanya. "Pintunya memang belum dibuka, jadi ya cuma ribut-ribut suara saja. Nggak sampai dorong-dorongan serius sih, soalnya kan gerbangnya masih terkunci."
Dodi menjelaskan, baru sekitar pukul 08.00 WIB panitia muncul dan mulai mengatur antrian. Penyebab kepanikan itu, katanya, karena kuota emas yang sangat terbatas. "Kuota untuk war emas hari ini cuma 200 orang. Saya dapat nomor 112, alhamdulillah," ujarnya lega.
Meski antrian akhirnya bisa diatur, daftar peminat ternyata sudah melonjak jauh. "Mungkin panitia lihat kondisi udah nggak kondusif, akhirnya pakai list yang kita buat. Tapi list kita sendiri sebenarnya udah nyampe 300-an nomor," tutur Dodi. Jelas sekali, minat jauh mengalahkan ketersediaan.
Jewellery Fair 2026 sendiri digelar dari 12 hingga 14 Februari. Acara buka setiap harinya dari pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. Pagi tadi menjadi bukti, demam emas masih sangat nyata di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Putus Ketergantungan pada Tengkulak
Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Perlombaan Nuklir di Kawasan
Dubes Iran Silaturahmi dan Makan Siang di Kediaman Jokowi di Solo
Polisi Ungkap Pabrik Uang Palsu Rp 620 Juta di Kamar Hotel Bogor