Jakarta - Stadion Romeo Anconetani akhirnya meledak. Di menit-menit penutup yang mencekam, Luka Modric sekali lagi membuktikan kelasnya. Golnya di menit ke-85 memastikan AC Milan pulang dari markas Pisa SC dengan tiga poin berharga, setelah melalui pertarungan sengit yang berakhir 2-1. Laga pekan ke-25 Serie A 2025/2026 ini benar-benar ujian mental bagi Rossoneri.
Kemenangan ini tentu saja berdampak langsung pada papan klasemen. Milan terus mengintai di posisi kedua, menjaga tekanan untuk persaingan di puncak.
Drama Penuh Laga di Kandang Pisa
Milan sebenarnya yang lebih dominan sejak awal. Tapi, seperti yang sering terjadi, menghadapi tim juru kunci itu tak pernah mudah. Pisa bertahan rapat. Baru di menit ke-39, Ruben Loftus-Cheek berhasil memecah kebuntuan dengan sebuah tandukan yang akurat.
Memasuki babak kedua, sempat ada euforia yang cepat pudar. Niclas Fullkrug, yang baru masuk, membobol gawang Pisa. Sayangnya, wasit Michael Fabbri, setelah berkonsultasi dengan VAR, membatalkannya karena bola menyentuh tangan sang striker. Belum selesai di situ, Milan dapat penalti di menit ke-54. Lagi-lagi Fullkrug yang maju, dan kali ini tendangannya melenceng! Dua peluang emas terbuang begitu saja.
Pisa, di sisi lain, tampak jeli. Mereka tak banyak menciptakan peluang, tapi efisien. Pada menit ke-71, Filipe Loyola yang sebelumnya memberi penalti tepat menyambar bola liar di kotak penalti Milan. Skor pun menjadi 1-1. Stadion bergemuruh.
Namun begitu, ada alasan mengapa Modric dianggap legenda. Di tengah tekanan dan waktu yang menipis, gelandang asal Kroasia itu menunjukkan kualitas bintang. Ia menerima umpan dari Samuele Ricci, mengelabui kiper Nicolas Andrade, dan dengan tenang menempatkan bola ke sudut gawang. 2-1 untuk Milan! Gol itu seperti tamparan keras bagi semangat Pisa.
Drama belum berakhir. Adrien Rabiot mendapat kartu kuning keduanya di masa injury time, memaksa Milan bertahan dengan sepuluh pemain. Tapi, waktu memang sudah tak lagi memihak tuan rumah. Peluit panjang pun menandai kemenangan susah payah bagi skuad Stefano Pioli.
Dampaknya di Klasemen: Milan Kokoh, Pisa Terpuruk
Tiga poin ini membuat Milan mengokohkan posisi runner-up dengan 53 poin, hanya terpaut tiga angka dari Inter Milan di puncak. Situasi mereka terlihat solid.
Sebaliknya, bagi Pisa, hasil ini adalah pukulan telak. Mereka tetap terpaku di dasar klasemen dengan 15 poin. Yang lebih memprihatinkan, ini adalah laga ke-14 berturut-turut tanpa kemenangan rinciannya 6 seri dan 8 kekalahan. Jarak mereka dengan zona aman kini menganga hingga enam poin. Jalan untuk bertahan di Serie A kian terlihat curam.
Susunan Pemain
Pisa: Nicolas Andrade, Bozhinov, Caracciolo, Canestrelli, Angori, Tramoni (Iling Junior 56'), Aebischer (Akinsanmiro 57'), Loyola, Toure (Leris 86'), Stojilkovic, Moreo (Piccinini 86').
AC Milan: Maignan, Tomori, Gabbia, Pavlovic, Athekame (Pulisic 77'), Fofana (Ricci 71'), Modric, Rabiot, Bartesaghi, Loftus-Cheek (Leao 72'), Nkunku (Fullkrug 46'/De Winter 90').
(KAH)
Artikel Terkait
Polres Jaksel Tangani Kasus Pencurian Ponsel Viral di Blok M
Mensos Gus Ipul Kecam Pernyataan Wali Kota Denpasar Soal Penonaktifan PBI BPJS
Kemacetan dan Ancaman Longsor Padatkan Jalur Puncak Bogor
Gangguan Wesel di Manggarai Terselesaikan, Operasional KRL Berangsur Normal