Serangan Udara Rusia-Ukraina Tewaskan Dua Warga, Perundingan Damai Tetap Berjalan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:15 WIB
Serangan Udara Rusia-Ukraina Tewaskan Dua Warga, Perundingan Damai Tetap Berjalan

Tak hanya Odesa. Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, dalam pernyataan terpisah pagi tadi melaporkan satu orang tewas di kota Orikhiv, wilayah yang posisinya dekat garis depan, akibat serangan drone. Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina mengklaim keberhasilan pertahanan mereka: 111 dari 154 drone Rusia konpor berhasil dijatuhkan.

Di sisi lain, Rusia punya cerita yang mirip, hanya saja dengan pelaku yang berbeda. Andrey Bocharov, Gubernur wilayah Krasnodar di Rusia selatan, menyebut Kementerian Pertahanan negaranya sedang menangkis serangan “besar-besaran”. Targetnya, kata dia, adalah bangunan permukiman dan infrastruktur industri.

Akibatnya, rumah-rumah pribadi di Volgograd dan sekitarnya rusak. Tiga orang harus dilarikan ke rumah sakit. “Puing-puing drone dilaporkan jatuh di area beberapa perusahaan industri di kota dan wilayah tersebut,” ujar Bocharov tanpa rincian lebih lanjut. Ia sudah memerintahkan layanan darurat untuk menilai kerusakan dan membantu korban.

Klaim resmi dari Moskow juga datang. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh 58 drone Ukraina semalam 43 di antaranya di atas wilayah Volgograd.

Ini seperti rekaman yang diputar berulang. Moskow dan Kyiv rutin saling menuduh menyerang infrastruktur energi. Semuanya terjadi di tengah bayang-bayang perundingan damai, sementara perang yang sudah berlarut-larut ini sebentar lagi genap memasuki tahun kelima. Suara ledakan di malam hari, sayangnya, masih lebih keras daripada bisik-bisik diplomasi di meja perundingan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar