Pemkot Tangsel Tangani Bau Kimia dan Kontaminan Air Pasca Kebakaran Gudang Pestisida

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:15 WIB
Pemkot Tangsel Tangani Bau Kimia dan Kontaminan Air Pasca Kebakaran Gudang Pestisida

MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) secara aktif menangani keluhan warga terkait bau menyengat yang masih menyebar dari lokasi bekas kebakaran gudang pabrik pestisida di kawasan Setu. Upaya mitigasi, termasuk pemantauan kualitas udara dan penanganan darurat di aliran sungai, telah dilakukan menyusul laporan bahwa aroma kimiawi masih tercium di beberapa titik, terutama di sekitar Sungai Cisadane.

Pemantauan Intensif dan Imbauan untuk Warga

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi. Hasil pengecekan lapangan oleh Dinas Lingkungan Hidup mengindikasikan bahwa bau tersebut berasal dari proses penguraian sisa material kebakaran bahan kimia di tanah dan air.

"Keluhan warga terkait bau menyengat di sekitar Sungai Cisadane sudah kami terima. Bau tersebut memang masih tercium di beberapa titik," jelas Asep Nurdin, Sabtu (14/2/2026).

Meski hingga saat ini belum ada laporan medis resmi yang menunjukkan dampak kesehatan serius, otoritas setempat tidak menganggap remeh potensi risikonya. Warga yang beraktivitas di dekat lokasi terdampak diimbau untuk tidak berlama-lama di area tersebut dan disarankan untuk menggunakan masker sebagai langkah pencegahan.

"Sampai saat ini belum ada laporan medis yang menunjukkan dampak kesehatan serius akibat paparan bau tersebut," ujarnya menegaskan.

Langkah Darurat Penanganan Kontaminan Air

Sebagai respons cepat untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, pemerintah kota telah mengambil tindakan teknis di lapangan. Fokus penanganan saat ini termasuk upaya menetralisir potensi kontaminan di badan air.

"Pemerintah kota bersama instansi terkait telah melakukan penaburan karbon aktif di aliran Sungai Jaletreng sebagai langkah darurat. Hal tersebut bertujuan untuk mengikat sisa residu kimia, mempercepat proses stabilisasi kontaminan di air, dan sebagai langkah pencegahan agar partikel berbahaya tidak terbawa lebih jauh oleh aliran air atau hujan," papar Asep.

Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan bertahap sambil menunggu hasil analisis laboratorium yang lebih komprehensif. Penanganan lanjutan akan disesuaikan dengan rekomendasi teknis yang dihasilkan dari pemeriksaan tersebut.

Kewaspadaan Terhadap Konsumsi Ikan dan Layanan Kesehatan

Pemkot Tangsel juga menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kontaminasi pada ekosistem sungai. Meski belum ada laporan gangguan kesehatan dari warga, imbauan untuk tidak mengonsumsi ikan dari area terdampak Sungai Cisadane tetap berlaku secara ketat.

"Terkait ikan dari Sungai Cisadane, sampai hari ini belum ada laporan resmi warga yang mengalami gangguan kesehatan. Namun sejak awal kejadian, masyarakat telah diimbau untuk tidak mengonsumsi ikan dari area terdampak. Imbauan ini tetap berlaku sampai kualitas air dinyatakan aman melalui uji laboratorium," tuturnya.

Bagi warga yang mengalami keluhan atau rasa tidak nyaman, pemerintah telah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan posko kesehatan terdekat. Data dari layanan ini turut menjadi pertimbangan penting bagi otoritas dalam mengevaluasi situasi dan menentukan langkah strategis berikutnya.

"Bagi warga yang merasa tidak nyaman atau memiliki keluhan, layanan pemeriksaan tersedia di puskesmas dan posko kesehatan. Data lingkungan dan kesehatan terus kami kumpulkan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan mengenai langkah selanjutnya," imbuh dia.

Kondisi di Lapangan Pasca-Kebakaran

Pada Jumat (13/2) siang, sehari sebelum pernyataan resmi dikeluarkan, kondisi di lokasi bekas kebakaran masih memperlihatkan dampaknya. Bau kimiawi yang menusuk masih sangat terasa, berasal dari bahan berbahaya dan beracun (B3) yang hangus terbakar. Situasi ini membuat sejumlah warga yang melintas atau berada di sekitarnya terpaksa mengenakan masker atau menutupi hidung dengan tangan sebagai perlindungan spontan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar