Gerakan baru untuk mendigitalisasi koperasi di Indonesia resmi dimulai. Platform KoperasiGO dari Metranet, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), meluncurkan sebuah inisiatif nasional yang mereka sebut "Gerakan Bersama Menuju Koperasi Masa Depan Indonesia." Intinya, gerakan ini ingin mempercepat transformasi digital koperasi lewat penguatan tata kelola, integrasi sistem, dan tentu saja, pemanfaatan layanan keuangan syariah digital.
Acara peluncurannya sendiri digelar di Swiss-Belinn Hotel Jakarta. Menariknya, sekitar 50 koperasi dari berbagai sektor dan wilayah hadir. Kehadiran mereka seolah menegaskan satu hal: kebutuhan akan sistem digital yang efisien dan transparan kini sudah sangat mendesak.
Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet, menekankan bahwa transformasi digital ini bukan sekadar soal teknologi. "Ini harus dimaknai sebagai perubahan menyeluruh pada tata kelola, proses bisnis, dan budaya organisasi," ujarnya.
Dia menjelaskan, KoperasiGO hadir sebagai solusi manajemen terintegrasi. Tujuannya agar koperasi bisa beroperasi lebih profesional, transparan, dan yang penting, terkoneksi dengan ekosistem keuangan digital yang lebih luas.
Dukungan dari Pemerintah dan Tantangan Nyata
Inisiatif ini rupanya mendapat sambutan positif dari pemerintah. Syska Hutagalung Plt., Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, menyebut gerakan ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi digital. Menurutnya, penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat memang butuh kolaborasi nyata.
"Kolaborasi antara sektor swasta, perbankan, dan pemerintah itu kunci," tegas Syska. Gerakan ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa digitalisasi koperasi bisa dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing.
Namun begitu, tantangannya nyata. Henra Saragih, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, memaparkan satu contoh konkret. Digitalisasi menjadi sangat krusial bagi koperasi simpan pinjam atau credit union yang jumlah anggotanya bisa mencapai ratusan ribu.
"Bayangkan, mengelola data hampir satu juta anggota secara manual? Tentu sangat berat," ujar Henra. Dengan sistem digital, menurutnya, seluruh aktivitas bisa dipantau dengan lebih cepat, transparan, dan tentu saja akuntabel.
Di sisi lain, soal pembiayaan juga tak kalah penting. Kemitraan dengan perbankan seperti BSI dan lembaga keuangan lain dinilai sangat diperlukan. Dukungan pembiayaan dan pendampingan akan membantu membangun ekosistem koperasi digital yang benar-benar kuat.
Koperasi sebagai 'Perpanjangan Tangan' Bank
Lantas, apa peran BSI dalam semua ini? Dien Lukita Purnamasari, Group Head Retail Deposit Group BSI, punya penjelasan menarik. Sebagai bullion bank, BSI membuka ruang kolaborasi baru dengan koperasi. Koperasi bisa berfungsi sebagai perpanjangan tangan bank untuk menjangkau segmen masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan langsung.
"Melalui kerja sama ini, anggota koperasi bahkan non-anggota yang ingin berinvestasi emas, bisa mengakses layanan melalui BSI," jelas Dien.
Skema semacam ini diharapkan bisa memperluas inklusi keuangan syariah. Sekaligus, memperkuat peran koperasi sebagai simpul ekonomi di tengah masyarakat. BSI sendiri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi. Kemitraan antara perbankan syariah dan koperasi diharapkan bisa berkembang lebih luas dan memberi dampak ekonomi yang lebih besar.
Respons dari kalangan koperasi pun tampak positif. Herfindo Satria Gading, Ketua Kokarmindo (Koperasi Karyawan Media Group), menyambut baik acara ini. "Acaranya sangat menarik dan menginspirasi kami untuk membawa Kokarmindo goes to digital," ungkapnya.
Herfindo menambahkan, aplikasi yang dipresentasikan akan sangat membantu. "Bisa meningkatkan kepercayaan anggota pada pengurus," tegas dia.
Gerakan ini pada akhirnya berharap koperasi punya pemahaman lebih komprehensif soal digitalisasi. Juga mampu memanfaatkan teknologi dan layanan keuangan digital sebagai pengungkit pertumbuhan di era ekonomi digital sekarang.
(SAW)
Artikel Terkait
KPK Buka Peluang Panggil Mantan Anggota DPR Terkait Kasus Suap Proyek Kereta
Ayah di TTS Jadi Tersangka Usai Cekoki Bayi 11 Bulan Miras Sambil Lucu-lucuan
Banjir Jember Meluas ke 10 Kecamatan, 7.445 KK Terdampak dan Satu Korban Meninggal
Suzuki Access 125 Diluncurkan di IMOS 2026, Harga Rp25,5 Juta