MURIANETWORK.COM - Seorang warga Jember, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membersihkan rumahnya pasca banjir. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (12/2/2026) malam di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, menyusul hujan deras yang memicu luapan air di sejumlah permukiman.
Kronologi Kejadian dan Penanganan Korban
Korban, Siti Nurfadila (55), segera dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Rambipuji setelah mengalami sengatan listrik. Sayangnya, upaya pertolongan medis di lokasi tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi kabar duka tersebut. "Setelah dilakukan penanganan di Pustu Rambipuji, korban yang tersengat listrik saat banjir dinyatakan meninggal dunia beberapa menit kemudian," jelasnya, seperti dilansir Antara, Sabtu (14/2/2026).
Keluarga korban telah menerima kepergian Siti Nurfadila. Jenazahnya kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di desa setempat.
Dampak Banjir dan Upaya Penanganan
Banjir yang melanda Jember dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam. Curah hujan tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan akhirnya meluap ke kawasan permukiman di beberapa kecamatan.
Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Rambipuji menjadi yang paling parah. Jumlah warga yang terkena dampak di kecamatan ini sangat signifikan. "Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji jumlahnya paling banyak dibandingkan kecamatan lainnya, mencapai 3.774 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh desa," ungkap Edi Budi Susilo.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Jember telah menyalurkan bantuan logistik dengan prioritas utama di Rambipuji. Untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dapur umum didirikan di empat desa dalam kecamatan itu.
Distribusi bantuan juga menjangkau wilayah terdampak lainnya. "Kami juga sudah mendistribusikan logistik untuk warga di Kecamatan Bangsalsari dan Wuluhan. Semua warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing," tambahnya.
Peringatan untuk Masyarakat
Menyusul musibah ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Edi Budi Susilo pun mengimbau agar kewaspadaan ditingkatkan. Masyarakat diharapkan lebih sigap dan berhati-hati terhadap berbagai risiko bencana yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem, termasuk bahaya sengatan listrik di lingkungan yang masih tergenang air.
Artikel Terkait
Anggota DPR Dukung Gugatan Hukum KLH Terkait Pencemaran Sungai Cisadane
Polda Metro Jaya Gelar Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadan
Menteri Keuangan Tegaskan Batas Defisit 3% Tak Akan Diubah demi Target Pertumbuhan
KKP Buka Data Kelautan Seluas-Luasnya untuk Dongkrak Ekonomi Biru Jelang Ocean Impact Summit 2026