Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Rambipuji menjadi yang paling parah. Jumlah warga yang terkena dampak di kecamatan ini sangat signifikan. "Warga yang terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji jumlahnya paling banyak dibandingkan kecamatan lainnya, mencapai 3.774 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh desa," ungkap Edi Budi Susilo.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Jember telah menyalurkan bantuan logistik dengan prioritas utama di Rambipuji. Untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dapur umum didirikan di empat desa dalam kecamatan itu.
Distribusi bantuan juga menjangkau wilayah terdampak lainnya. "Kami juga sudah mendistribusikan logistik untuk warga di Kecamatan Bangsalsari dan Wuluhan. Semua warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing," tambahnya.
Peringatan untuk Masyarakat
Menyusul musibah ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Edi Budi Susilo pun mengimbau agar kewaspadaan ditingkatkan. Masyarakat diharapkan lebih sigap dan berhati-hati terhadap berbagai risiko bencana yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem, termasuk bahaya sengatan listrik di lingkungan yang masih tergenang air.
Artikel Terkait
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik