Suasana Bandara Korowai di Boven Digoul, Papua Selatan, Rabu (11/2) pagi itu, berubah jadi mencekam dalam sekejap. Pesawat Smart Air PK-SNR baru saja mendarat dengan mulus sekitar pukul 10.30 WIT. Penumpang pun mulai turun. Tiba-tiba, rentetan tembakan terdengar menggelegar.
Menurut keterangan Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Faizal Ramadhani, sekitar 20 orang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak muncul dari arah penginapan bandara. Dari jarak sekitar 200 meter, mereka mulai menembaki badan pesawat.
"Sekitar kurang lebih 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api dan melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat," jelas Faizal, Jumat (13/2).
Kekacauan langsung terjadi. Penumpang yang panik berhamburan menyelamatkan diri. Pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro, yang sempat kabur lari ke arah permukiman warga di sekitar bandara, ternyata tak bisa lepas. Mereka dikejar oleh para pelaku.
Sayangnya, usaha mereka gagal. Keduanya berhasil ditangkap oleh kelompok bersenjata itu.
Nasib nahas menimpa kedua awak pesawat itu. Mereka dibawa kembali ke area bandara. Tak lama berselang, di atas landasan pacu bandara yang seharusnya menjadi tempat pemberangkatan, pilot dan kopilot itu justru ditembak hingga tewas. Aksi brutal itu terjadi begitu cepat, meninggalkan kepiluan di tengah kabut pagi Papua.
Artikel Terkait
Mediasi TNI-Polri Selesaikan Keributan di Mappi Papua
Siswi SMP di Gresik Jadi Korban Sekap dan Perkosaan, Kasus Terungkap Setahun Kemudian
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Gizi dan 18 Gudang Pangan
Jaksa Tuntut Anak Buronan Riza Chalid 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp13,4 Triliun