MURIANETWORK.COM - Daya Wanita PAM JAYA bersama Women and Children Resilience (WCR) menggelar serangkaian edukasi untuk mencegah stunting di Jakarta Utara. Kegiatan yang menyasar para ibu dan kader ini fokus pada dua pilar utama: pemenuhan gizi cerdas, khususnya protein hewani sejak dini, dan jaminan akses air bersih serta sanitasi yang layak sebagai fondasi lingkungan sehat.
Sinergi Gizi dan Air Bersih untuk Cegah Stunting
Program ini menekankan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara holistik. Di satu sisi, asupan nutrisi yang tepat, terutama protein hewani, sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Di sisi lain, upaya tersebut bisa sia-sia tanpa didukung oleh lingkungan yang sehat.
Sanitasi buruk dan akses air bersih yang terbatas seringkali menjadi pintu masuk penyakit infeksi. Penyakit-penyakit ini dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak, sehingga menghalangi manfaat dari makanan bergizi yang telah dikonsumsi. Oleh karena itu, kedua aspek ini harus berjalan beriringan.
Pendidikan Ibu sebagai Titik Awal Perubahan
Ketua Women and Children Resilience (WCR), Margaretha Hanita, menegaskan bahwa fokus edukasi kepada para ibu memiliki dampak strategis jangka panjang. Menurutnya, investasi pada pengetahuan ibu hari ini akan membentuk kualitas generasi mendatang.
"Generasi penerus berada pada masa emas yang sangat menentukan. Kita tentu berharap anak-anak tumbuh dengan dukungan yang positif, baik dari sisi gizi, lingkungan, maupun pola asuh. Edukasi kepada seorang ibu menjadi titik awal yang sangat penting, karena dari sanalah kualitas generasi masa depan dibentuk, yang pada akhirnya akan memengaruhi arah bangsa ke depan," jelas Hanita dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Runner-up FIFA Series 2026 Usai Takluk Tipis dari Bulgaria
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pria Lansia Disiram Air Keras Saat Berangkat Salat Subuh di Bekasi
Polisi Tangkap Penadah Baru dan Temukan Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi