Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.836, Ikuti Tren Lesu Mata Uang Asia

- Jumat, 13 Februari 2026 | 15:45 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.836, Ikuti Tren Lesu Mata Uang Asia

ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Jumat itu.

Fokus pasar sekarang sepenuhnya tertuju pada data inflasi AS (CPI) untuk Januari yang akan dirilis hari ini juga. Data ini dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan moneter negara adidaya itu. Pasar memang memprediksi inflasi akan melandai, tapi seperti kata Ibrahim, selalu ada kejutan.

Bagaimana dengan faktor dalam negeri? Ibrahim memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5% untuk tahun 2026. Tren inflasi global yang mereda dan sikap bank sentral dunia yang masih akomodatif membuka peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter di dalam negeri untuk berlanjut.

Namun begitu, tetap ada tantangan. Kekhawatiran akan daya beli masyarakat dan realisasi investasi yang kurang greget bisa mempengaruhi laju pertumbuhan. Meski begitu, fundamental ekonomi Indonesia di jangka menengah dinilai masih solid.

Belum lagi, dengan kebutuhan global akan pasokan dan kapasitas produksi yang meningkat, Indonesia punya peluang emas. Momentum ini, jika dimanfaatkan dengan baik, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun-tahun mendatang.

Lantas, bagaimana prospek untuk Senin depan?

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun masih berpotensi ditutup melemah. Rentang yang ia sebutkan adalah antara Rp16.830 hingga Rp16.860 per dolar AS. Sepertinya, volatilitas masih akan menjadi menu utama pekan depan.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar