Onkoseno menjelaskan keterkaitan tersebut. "Urine pelaku-pelaku ini positif narkoba," tegasnya. Lebih lanjut ia memaparkan, "(Uang hasil jual besi) salah satunya digunakan untuk beli narkoba. Iya, sedang kita dalami juga untuk pengembangannya."
Modus dan Pengembangan Kasus
Berdasarkan informasi awal, keduanya diduga sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di sekitar kawasan Sunter. Polisi masih mendalami seberapa sering mereka beroperasi serta dari mana sumber narkoba yang mereka konsumsi. Profil pelaku yang tidak memiliki pekerjaan tetap turut menjadi perhatian dalam penyelidikan.
"Infonya sudah beberapa kali, tapi info tersebut masih didalami. (lokasi operasi) Iya sekitaran Sunter," tutur Onkoseno. Mengenai latar belakang dan modus mereka, ia menyebutkan, "Niatnya untuk dijual, untuk mendapatkan uang. Dijualnya secara acak, tidak ada pengepul tetap. (Pekerjaan pelaku) serabutan. Mungkin kadang-kadang ngamen juga ya."
Kasus ini menyoroti dampak berantai dari kejahatan jalanan, yang seringkali terkait dengan masalah sosial yang lebih dalam seperti penyalahgunaan narkoba. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang terungkap dari kasus pencurian ini.
Artikel Terkait
Erick Thohir Apresiasi Performa Timnas Meski Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang