Kyiv Kembali Diguncang Serangan Rudal Rusia, Belum Ada Laporan Korban Jiwa

- Jumat, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB
Kyiv Kembali Diguncang Serangan Rudal Rusia, Belum Ada Laporan Korban Jiwa

MURIANETWORK.COM - Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang serangan rudal Rusia pada Kamis (12/2/2026). Serangan yang dilaporkan masih berlangsung itu menghantam sejumlah objek di kedua sisi Sungai Dnipro, meski hingga berita ini dibuat belum ada laporan korban jiwa. Situasi di lapangan masih berkembang dengan cepat.

Serangan Masih Berlangsung di Ibu Kota

Suasana tegang menyelimuti Kyiv pagi itu. Ledakan-ledakan keras terdengar bergema di berbagai penjuru kota, menandai dimulainya serangan besar-besaran. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi situasi genting tersebut melalui saluran komunikasi resminya.

"Serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung," ungkap Klitschko, menegaskan intensitas serangan yang sedang berlangsung.

Menurut keterangannya, sasaran serangan mencakup bangunan-bangunan, baik yang berfungsi sebagai perumahan maupun non-perumahan. Serangan terjadi di wilayah kota yang terbelah oleh aliran Sungai Dnipro, menunjukkan cakupan serangan yang luas.

Kerusakan dan Respons Awal

Meski terdengar ledakan keras dan pecahan rudal dilaporkan jatuh di dekat dua bangunan tempat tinggal di salah satu distrik, otoritas setempat menyatakan tidak terjadi kebakaran. Informasi awal dari petugas di lapangan menyebut belum ada korban jiwa yang tercatat, sebuah kabar yang sedikit meredakan ketegangan di tengah situasi yang mencemaskan.

Laporan dari Tymur Tkachenko, pejabat yang mengepalai administrasi militer ibu kota, memberikan titik lokasi yang lebih spesifik. Ia menyatakan bahwa setidaknya satu serangan tercatat di area pinggiran timur Kyiv.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan pemantauan menyeluruh untuk memastikan skala kerusakan yang sebenarnya. Warga diimbau untuk tetap berada di tempat perlindungan sambil menunggu perkembangan informasi lebih lanjut dari otoritas terkait.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar