Korban yang meninggal dunia kemudian diidentifikasi sebagai I Nyoman Sujana (46). Ia menghembuskan napas terakhir setelah berhasil dievakusi dari timbunan material.
Lantas, apa pemicu longsor? Ternyata, lokasi proyek milik Dewa Putu Gede Purnomo ini berada sekitar 4 meter lebih rendah dari rumah warga di atasnya. Perbedaan ketinggian yang signifikan ini membuat tekanan tanah tak tertahankan. Akhirnya, tembok penyengker merajan milik Dewa Made Artha jebol. Material tanah pun menghujani para pekerja di bawah.
Di sisi lain, nasib dua rekan korban sedikit lebih beruntung. Ketut Warta (50) dan I Wayan Cenik (45) berhasil diselamatkan dengan selamat. Warta hanya tertimbun sebatas kaki. Sementara Cenik, yang tertimbun material cukup banyak, kondisinya lebih serius. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di RS Arisanthi Desa Mas.
Suasana lokasi kejadian pun digambarkan mencekam. Longsor yang terjadi begitu cepat itu menyisakan kepanikan dan upaya warga untuk membantu proses evakuasi.
Artikel Terkait
Indonesia dan Jepang Pererat Kerja Sama Konservasi Lewat Inisiatif Sister Park
Polri Resmikan Laboratorium Sosial Sains untuk Kembangkan Model Pemolisian Berbasis Data
Tabrakan di Tikungan 11 Gagalkan Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 AS
MBG di SDN Duren Sawit 02 Pagi Baru Dimulai Besok